Tiga perahu nelayan dilaporkan karam akibat
dihantam gelombang tinggi di perairan Laut Selatan Jember. Peristiwa tersebut
terjadi di kawasan Pelawangan Pantai Pancer, Kecamatan Puger, saat
perahu-perahu tersebut hendak kembali ke daratan usai melaut.
Perahu nelayan yang mengalami kecelakaan laut
di antaranya perahu jenis sepit bernama The Brother dengan nahkoda
Sabdio. Perahu tersebut mengangkut belasan anak buah kapal (ABK) yang sempat
terombang-ambing oleh ganasnya ombak sebelum akhirnya berhasil diselamatkan.
Kasat Polairud Polres Jember membenarkan adanya
peristiwa kecelakaan laut tersebut. Setelah menerima laporan dari keluarga
nelayan sekitar pukul 10.00 WIB, petugas Polairud langsung mendatangi lokasi
kejadian untuk melakukan pendataan dan evakuasi.
“Benar, hari ini telah terjadi kecelakaan laut
di wilayah Puger, Kabupaten Jember. Perahu nelayan dihantam gelombang tinggi
saat hendak pulang melaut. Alhamdulillah seluruh ABK dalam keadaan selamat,” ujar
petugas Polairud.
Proses penyelamatan melibatkan warga sekitar
serta aparat kepolisian perairan. Seluruh ABK diketahui merupakan warga Desa Pugerkulon,
Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, dan telah berhasil dievakuasi ke tempat
aman.
Berdasarkan pantauan petugas, cuaca buruk
dengan gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan Laut Selatan Jawa
dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya bagi
aktivitas nelayan.
Polisi perairan mengimbau para nelayan untuk
meningkatkan kewaspadaan dan sementara waktu menunda aktivitas melaut hingga
kondisi cuaca kembali normal. “Untuk keselamatan, kami mengimbau nelayan agar
berhati-hati dan sebaiknya tidak melaut sementara karena ombak masih ekstrem,”
tambahnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,
namun kerusakan parah dialami oleh perahu nelayan yang karam akibat diterjang
gelombang besar.
