bermula dari keprihatinan akan melimpahnya limbah tempurung kelapa, Andriyono, seorang pemuda desa kemiri, merintis usaha pengolahan batok kelapa sejak lima tahun lalu.
limbah yang sebelumnya tak bernilai, diolah menjadi minyak atsiri dan asap cair melalui proses produksi berteknologi destilasi.
proses pengolahan limbah batok kelapa menjadi minyak atsiri dan asap cair dimulai dengan membersihkan dan mengeringkan batok kelapa, kemudian dipanaskan dengan cara dibakar di dalam ketel penyulingan hingga menghasilkan uap. uap tersebut dialirkan ke pipa pendingin hingga berubah menjadi cairan. selanjutnya, cairan dipisahkan untuk mendapatkan minyak atsiri dan asap cair yang siap dimanfaatkan.
dari proses produksi selama tiga hari, berbagai produk dengan standar food grade dihasilkan. total ada tiga puluh dua varian produk, mulai dari sabun, cairan antiseptik, hingga produk herbal ramah lingkungan.
menurut andriyono, pasar produk olahan batok kelapa sangat menjanjikan. sebagian besar hasil produksi bahkan telah dipasarkan ke luar negeri.
usaha mikro kecil menengah ini, kini menjadi salah satu penopang ekonomi baru bagi pemuda desa.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
