Upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan terus dilakukan berbagai daerah, salah satunya Kabupaten Morowali. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morowali memilih belajar langsung ke Situbondo yang dinilai berhasil mengembangkan sektor perikanan budidaya.
Kunjungan yang berlangsung pada Senin (6/4/2026) ini dipimpin langsung Ketua DPRD Morowali, Herdianto Marzuki. Ia menyebut, Situbondo menjadi salah satu daerah yang lebih dulu mengembangkan budidaya perikanan dan terbukti memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.
“Makanya kami datang untuk melihat langsung. Apakah kebijakan di sini benar-benar membantu masyarakat atau justru sebaliknya,” ujarnya.
Selama ini, masyarakat pesisir Morowali masih didominasi nelayan tangkap. Namun, hasil tangkapan yang cenderung menurun membuat pemerintah daerah mulai mencari alternatif lain, salah satunya melalui budidaya ikan.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan DPRD Morowali menaruh perhatian pada komoditas unggulan Situbondo seperti ikan kerapu dan udang. Sistem budidaya yang diterapkan dinilai cukup lengkap, mulai dari pembenihan hingga siap jual.
Menurut Herdianto, model seperti ini menarik untuk dipelajari karena bisa memberikan nilai ekonomi lebih tinggi dibanding hanya mengandalkan hasil tangkap.
“Secara wilayah, Morowali dan Situbondo punya kemiripan. Ini jadi peluang untuk mengadopsi sistem yang sudah terbukti berjalan,” tambahnya.
Tak hanya soal teknis budidaya, DPRD Morowali juga tertarik pada regulasi yang diterapkan. Salah satunya Peraturan Daerah tentang perlindungan dan pemberdayaan nelayan yang dinilai mampu memberikan kepastian dan perlindungan bagi pelaku usaha perikanan.
Sementara itu, Ketua DPRD Situbondo, Mahbub, menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut, kolaborasi antar daerah menjadi langkah penting untuk saling menguatkan.
Di Situbondo sendiri, budidaya ikan kerapu telah dikembangkan secara menyeluruh dari hulu ke hilir. Mulai dari telur, benih, pembesaran, hingga siap konsumsi.
“Dengan sistem seperti ini, nilai tambah ekonomi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, Situbondo juga memiliki program pendukung seperti gerakan makan ikan yang bertujuan meningkatkan konsumsi sekaligus membuka pasar bagi hasil budidaya nelayan lokal.
Ke depan, kedua daerah bahkan membuka peluang kerja sama lebih lanjut, termasuk kemungkinan kemitraan di sektor perikanan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Morowali untuk mempercepat transformasi sektor perikanan. Dari yang sebelumnya bergantung pada tangkap, menuju budidaya yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Dengan belajar dari daerah lain yang lebih dulu berhasil, harapannya kesejahteraan nelayan Morowali bisa ikut terdongkrak.
