
BONDOWOSO - Inilah suasana saat petugas kesehatan hewan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bondowoso melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah lapak penjualan hewan kurban.
Salah satunya di lapak hewan kurban Al Fajri di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, serta kandang sapi Aufal Farm di Desa Tegal Mijin, Kecamatan Grujugan. Pemeriksaan kesehatan hewan ini meliputi performa fisik luar, seperti bulu yang mengilap dan nafsu makan yang baik. Selain itu, pemeriksaan khusus juga dilakukan pada bagian rongga mulut dan gigi.
Menurut Hendri Widotono, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Bondowoso, pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan kesejahteraan hewan kurban di lapak, mulai dari kondisi tempat penampungan hingga kesehatan hewan yang dijual. Hendri menegaskan, hewan kurban yang sejahtera akan menghasilkan daging dengan kualitas terbaik.
Jika telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan aman, lapak diberi stiker sebagai penanda hasil pemeriksaan. Tak hanya memeriksa hewan, petugas juga memberikan disinfektan kepada para pemilik lapak.
Hingga menjelang Iduladha, petugas terus menyasar seluruh lapak hewan kurban di Bondowoso. Masyarakat diimbau untuk melapor jika menemukan lapak baru di sekitar mereka.
Sementara itu, pantauan harga hewan kurban kini telah mengalami kenaikan secara signifikan. Harga domba jantan yang pada hari biasa berkisar Rp2 juta, kini melonjak mencapai Rp4 juta per ekor. Sedangkan harga sapi mulai dari Rp16 juta hingga Rp18 juta per ekor untuk kategori layak kurban.
Editor : JTV Jember