Presiden Prabowo Subianto menyinggung maraknya
aksi demonstrasi yang berujung kerusuhan dalam beberapa waktu terakhir. Menurut
Prabowo, aksi unjuk rasa merupakan hak demokratis, namun tidak boleh dimanfaatkan
oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan kericuhan yang justru merugikan
bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat
memberikan taklimat kepada para kepala daerah di Sentul International
Convention Center (SICC), Bogor, Senin (2/2).
“Demo boleh, tapi jangan berharap demo dengan
kerusuhan. Kamu lima ribu kali demo, tidak akan satu pabrik pun dibuka,” ujar
Prabowo.
Prabowo menegaskan, ia tidak mengaitkan seluruh
demonstrasi selalu berakhir ricuh. Namun, ia menilai dalam sejumlah aksi
terdapat kelompok yang sengaja memicu kekacauan sehingga mencederai tujuan awal
penyampaian aspirasi.
“Kerusuhan itu mencelakakan bangsa dan negara,”
katanya.
Menurut Prabowo, stabilitas keamanan dan
ketertiban menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan serta menciptakan
iklim investasi yang sehat. Aksi-aksi yang berujung kerusuhan dinilai dapat
menurunkan kepercayaan investor dan menghambat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk
menyampaikan aspirasi secara tertib, damai, dan bertanggung jawab, agar
demokrasi tetap berjalan tanpa mengorbankan kepentingan yang lebih besar.
Taklimat tersebut dihadiri oleh para kepala
daerah dari berbagai wilayah di Indonesia, sebagai bagian dari penguatan
koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas
nasional.
