Indonesia menyambut kepulangan para pahlawan
perdamaian dunia. Satuan Tugas Maritim (MTF) TNI Kontingen Garuda (Konga) 28-P
UNIFIL secara resmi telah tiba di tanah air setelah menyelesaikan tugas mulia
di bawah naungan PBB.
Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan
Iskandar Muda-367 (KRI SIM-367) bersandar dengan gagah di Dermaga Kolinlamil,
Jakarta Utara, menandai berakhirnya penugasan selama 14 bulan di perairan
Lebanon.
Rekam Jejak Gemilang 14 Bulan
Sejak berangkat pada 17 Januari 2025, KRI
SIM-367 telah mencatatkan pencapaian luar biasa dalam menjaga stabilitas
keamanan di Laut Mediterania. Selama lebih dari setahun, kapal perang ini telah
melaksanakan:
- 33
kali On Task: Meliputi patroli rutin di area maritim sensitif.
- 150
Latihan Bersama: Menjalankan misi diplomasi Angkatan Laut (Naval
Diplomacy) dengan berbagai kapal perang asing.
- 70%
Patroli di Laut Mediterania: Memastikan koridor maritim Lebanon bebas dari
penyelundupan senjata dan aktivitas ilegal.
Misi Terakhir bagi Indonesia
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI
Muhammad Ali, menegaskan bahwa kepulangan KRI SIM-367 ini memiliki arti yang
sangat mendalam. Berdasarkan keputusan PBB, misi Maritime Task Force
(MTF) untuk UNIFIL tidak akan dilanjutkan kembali.
"Ini yang terakhir. Dari PBB sendiri
memang tidak melanjutkan untuk misi MTF ini, dan kemungkinan kita tidak akan
mengirim lagi untuk misi maritime task force untuk UNIFIL," ujar Laksamana
Muhammad Ali dalam upacara penyambutan.
Dukungan terhadap Asta Cita Presiden
Keberhasilan penugasan ini bukan sekadar
rutinitas militer. Penugasan KRI SIM-367 selaras dengan program Asta Cita
Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pertahanan negara dan
menjalankan politik luar negeri yang bebas aktif.
Melalui misi ini, Indonesia kembali membuktikan
perannya sebagai negara yang aktif menjaga perdamaian dan ketertiban dunia
sesuai amanat konstitusi. Dengan selesainya misi ini, para awak kapal akan
kembali ke satuan masing-masing dengan kebanggaan telah menuntaskan tugas
sejarah bagi bangsa dan PBB.
