PT Pertamina (Persero) resmi menyambut
kedatangan kargo minyak mentah perdana sebesar 1 juta barel dari Aljazair.
Kapal pengangkut minyak MT Cypros terpantau telah bersandar di perairan
Cilacap, Jawa Tengah, menandai babak baru kolaborasi energi internasional
Indonesia.
Penerimaan kargo bersejarah ini disaksikan
secara serentak dari tiga titik strategis: Graha Pertamina Jakarta, Control
Room Kilang 4 Cilacap, dan lokasi operasional langsung di Aljazair.
Hasil Manis Kontrak 25 Tahun
Minyak mentah ini berasal dari Blok 405A
Aljazair, yang dikelola langsung oleh anak usaha Pertamina, yakni Pertamina
Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP). Pengiriman ini menjadi sangat
spesial karena merupakan kargo pertama setelah Pertamina resmi memperpanjang
kontrak bagi hasil (Production Sharing Contract) dengan perusahaan migas
nasional Aljazair, Sonatrach, untuk durasi 25 tahun ke depan.
Teknologi Real-Time dan Integrasi
Saat kapal bersandar, proses unloading
atau bongkar muat langsung terhubung dengan sistem digital di control room
Kilang 4 Cilacap. Langkah ini memastikan seluruh proses terpantau secara real-time
dan terintegrasi penuh guna meminimalkan risiko operasional.
"Proses ini sekaligus menunjukkan kesiapan
dan keandalan infrastruktur Pertamina dalam menerima serta memasok minyak
mentah dari luar negeri secara efisien," tulis Pertamina dalam siaran pers
resminya.
Dampak Strategis bagi Indonesia
Dengan kepastian pasokan dari blok ini hingga dua
dekade mendatang, Pertamina memperkuat posisi Indonesia dalam peta energi
global. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas stok energi
nasional dan mengurangi ketergantungan pada pasar spot internasional yang
fluktuatif.
