Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gatot Nurmantyo Semprot Kapolri: Sebut Prabowo Boneka Itu Kurang Ajar!

Selasa, 03 Februari 2026 | Februari 03, 2026 WIB Last Updated 2026-02-03T02:47:18Z

 


Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pernyataan keras ini disampaikan Gatot saat hadir sebagai pembicara dalam sebuah diskusi di Universitas Sangga Buana, Bandung.

Kemarahan Gatot dipicu oleh tudingan bahwa pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolri, seolah menganggap Presiden terpilih Prabowo Subianto hanyalah sosok "boneka" dalam konstelasi politik saat ini.

"Itu Pernyataan Kurang Ajar!"

Di hadapan audiens yang didominasi mahasiswa dan akademisi, Gatot tidak ragu menggunakan kata-kata tajam. Ia menilai sikap atau narasi yang mereduksi marwah Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara adalah penghinaan serius terhadap kedaulatan.

"Saya katakan, Listyo Sigit itu kurang ajar kalau menganggap Prabowo hanya boneka! Beliau adalah Presiden terpilih, pemegang mandat rakyat," ujar Gatot dengan nada tinggi yang disambut riuh peserta diskusi.

Soroti Netralitas dan Etika Institusi

Gatot menekankan bahwa sebagai pucuk pimpinan Polri, Jenderal Listyo Sigit seharusnya menjaga etika komunikasi politik dan menghormati transisi kepemimpinan. Menurutnya, framing "boneka" tidak hanya menyerang pribadi Prabowo, tetapi juga merendahkan institusi kepresidenan itu sendiri.

Mantan Panglima TNI ini juga mengingatkan agar aparat penegak hukum tetap berada pada koridor tugasnya dan tidak ikut campur dalam upaya pelemahan figur pemimpin nasional melalui opini-opini yang menyesatkan.

Reaksi Publik

Pernyataan "panas" Gatot Nurmantyo ini segera memicu reaksi di jagat media sosial. Hingga berita ini diturunkan, pihak Mabes Polri belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan spesifik yang dilontarkan Gatot di Universitas Sangga Buana tersebut.

Diskusi di Universitas Sangga Buana sendiri sedianya membahas tentang kedaulatan bangsa dan tantangan kepemimpinan masa depan, namun suasana memanas saat Gatot mulai menyinggung dinamika hubungan antara institusi keamanan dan elit politik tanah air.

 

×
Berita Terbaru Update