Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot
Nurmantyo melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada Kapolri
Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pernyataan keras ini disampaikan Gatot saat
hadir sebagai pembicara dalam sebuah diskusi di Universitas Sangga Buana,
Bandung.
Kemarahan Gatot dipicu oleh tudingan bahwa
pihak kepolisian, dalam hal ini Kapolri, seolah menganggap Presiden terpilih
Prabowo Subianto hanyalah sosok "boneka" dalam konstelasi politik
saat ini.
"Itu Pernyataan Kurang Ajar!"
Di hadapan audiens yang didominasi mahasiswa
dan akademisi, Gatot tidak ragu menggunakan kata-kata tajam. Ia menilai sikap
atau narasi yang mereduksi marwah Prabowo Subianto sebagai pemimpin negara
adalah penghinaan serius terhadap kedaulatan.
"Saya katakan, Listyo Sigit itu kurang
ajar kalau menganggap Prabowo hanya boneka! Beliau adalah Presiden terpilih,
pemegang mandat rakyat," ujar Gatot dengan nada tinggi yang disambut riuh
peserta diskusi.
Soroti Netralitas dan Etika Institusi
Gatot menekankan bahwa sebagai pucuk pimpinan
Polri, Jenderal Listyo Sigit seharusnya menjaga etika komunikasi politik dan
menghormati transisi kepemimpinan. Menurutnya, framing "boneka" tidak
hanya menyerang pribadi Prabowo, tetapi juga merendahkan institusi kepresidenan
itu sendiri.
Mantan Panglima TNI ini juga mengingatkan agar
aparat penegak hukum tetap berada pada koridor tugasnya dan tidak ikut campur
dalam upaya pelemahan figur pemimpin nasional melalui opini-opini yang
menyesatkan.
Reaksi Publik
Pernyataan "panas" Gatot Nurmantyo
ini segera memicu reaksi di jagat media sosial. Hingga berita ini diturunkan,
pihak Mabes Polri belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan spesifik
yang dilontarkan Gatot di Universitas Sangga Buana tersebut.
Diskusi di Universitas Sangga Buana sendiri
sedianya membahas tentang kedaulatan bangsa dan tantangan kepemimpinan masa
depan, namun suasana memanas saat Gatot mulai menyinggung dinamika hubungan
antara institusi keamanan dan elit politik tanah air.
