JEMBER - Meningkatnya aktivitas masyarakat dan usaha kecil menjelang Ramadan menjadi salah satu pemicu naiknya kebutuhan gas elpiji bersubsidi di Jember.
Di beberapa kawasan, terutama Jember bagian timur dan selatan, konsumen mulai mengeluhkan sulitnya mendapatkan tabung gas melon akibat distribusi yang tidak secepat laju permintaan.
Dalam sepekan terakhir, terjadi lonjakan signifikan kebutuhan gas elpiji tiga kilogram. Kepala Bidang Elpiji Hiswana Migas Besuki, Fandy Setia Laksana, menyebut lonjakan permintaan mencapai 40 persen dibandingkan hari normal.
Menurutnya, kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas UMKM, khususnya usaha kuliner, yang mulai bersiap menghadapi bulan Ramadan. Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan berkepanjangan, Hiswana Migas saat ini tengah berkoordinasi dengan Pertamina guna mengajukan tambahan alokasi gas elpiji tiga kilogram.
Kebutuhan gas elpiji bersubsidi di wilayah Karesidenan Besuki sendiri diperkirakan mencapai 76 ribu metrik ton. Oleh karena itu, pengawasan dan pengaturan distribusi akan diperketat agar penyaluran gas melon tepat sasaran.
Editor : JTV Jember
.png)