Ancaman gelombang tinggi di pesisir pantai selatan Kabupaten Lumajang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 30 Januari 2026. Dampak dari kondisi tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah kawasan pesisir, khususnya di Pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, serta wilayah pesisir Kecamatan Tempursari.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, menjelaskan bahwa hingga saat ini laporan kerusakan terus bertambah akibat terjangan abrasi dan banjir rob. Berdasarkan data sementara, sebanyak 15 bangunan warung milik warga di pesisir Pantai Dampar mengalami kerusakan dengan tingkat bervariasi.
Menurut Isnugroho, gelombang tinggi disertai pasang air laut mengakibatkan air masuk hingga ke area bangunan di tepi pantai. Kondisi tersebut memperparah abrasi dan membuat sejumlah warung tidak lagi dapat digunakan untuk beraktivitas.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya warga yang bermukim dan beraktivitas di wilayah pesisir pantai selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai juga diminta sementara waktu membatasi aktivitas di sekitar garis pantai hingga kondisi gelombang kembali normal.
Selain melakukan pendataan kerusakan, BPBD bersama unsur terkait terus memantau perkembangan cuaca dan gelombang laut, serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan apabila potensi gelombang tinggi masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
