Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Banjir Bandang Situbondo Sebabkan Kerugian Rp15 Miliar, Infrastruktur hingga Rumah Warga Rusak Parah

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T08:56:17Z

 


Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo, pada Rabu (21/1), menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo mencatat total kerugian materiil akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp15 miliar.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan banjir bandang terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah hulu sungai selama beberapa jam. Debit air yang meningkat secara tiba-tiba mengakibatkan sungai meluap dan menerjang permukiman warga serta fasilitas umum di sekitarnya.

“Dampak banjir bandang cukup parah. Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga, tetapi juga infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan penghubung antar desa,” ujar Timbul, Jumat (23/1).

Menurut data sementara BPBD, sejumlah jembatan penghubung antarwilayah mengalami kerusakan berat, bahkan ada yang tidak dapat dilalui sama sekali. Kondisi ini menghambat mobilitas warga serta distribusi logistik ke daerah terdampak.

Selain itu, banjir bandang juga merusak fasilitas umum, termasuk tempat ibadah, balai desa, serta lembaga pendidikan. Beberapa sekolah dilaporkan terendam lumpur dan mengalami kerusakan pada ruang kelas, perabot, serta sarana penunjang kegiatan belajar mengajar.

Tak hanya fasilitas publik, puluhan rumah warga turut terdampak banjir. Sebagian rumah mengalami kerusakan pada dinding dan lantai akibat terjangan arus deras bercampur material lumpur dan bebatuan. Warga juga kehilangan berbagai perabot rumah tangga dan barang berharga.

BPBD Situbondo bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan pemerintah desa telah melakukan asesmen lapangan untuk mendata kerusakan serta menyalurkan bantuan darurat kepada warga terdampak. Fokus utama saat ini adalah pembersihan material lumpur, pembukaan akses jalan, serta pemulihan jaringan penghubung antarwilayah.

“Kami masih terus melakukan pendataan. Angka kerugian Rp15 miliar ini bersifat sementara dan bisa bertambah seiring hasil asesmen lanjutan,” jelas Timbul.

BPBD juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Warga diminta segera melapor kepada aparat desa atau petugas jika melihat tanda-tanda peningkatan debit air sungai.

Pemerintah Kabupaten Situbondo saat ini tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah pusat untuk percepatan penanganan pascabencana, termasuk perbaikan infrastruktur dan pemulihan kehidupan sosial ekonomi warga terdampak.

×
Berita Terbaru Update