Seperti inilah ketinggian timbunan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Pakusari, Jember, yang kini kondisinya sudah menyentuh pagar pembatas di kanan dan kiri lokasi TPA.
Kondisi ini berbahaya, karena dinding sampah rawan longsor dan dapat menabrak pagar pembatas serta melimpah ke lahan pertanian milik Warga di sekitarnya.
Setiap hari, TPA Pakusari menerima sekitar 1.300 ton sampah, dari sekitar Penduduk 2 juta jiwa dengan produksi sampah rata-rata 0,5 kilogram per Orang per hari.
Upaya pengurangan sampah masih sangat terbatas. Proses pemilahan secara manual oleh Pemulung hanya mampu menyaring 0,09 persen sampah per hari.
untuk mengurangi beban TPA, Dinas terkait telah berkoordinasi dengan Desa-Desa untuk
memperkuat tempat pengolahan sampah yang dikelola BUMDES, sehingga sebagian
sampah dapat diolah sebelum masuk TPA.
saat ini alat berat yang beroperasi hanya terdiri dari dua unit excavator dan
satu wheel loader, dan kondisinya terbatas.
Pada
musim hujan, wheel loader tidak dapat mendaki area timbunan, karena rentan
merusak jalan dan menyemburkan air limbah sampah.
Di musim penghujan, bau busuk metana juga semakin sering muncul pada jam-jam tertentu, sebagai akibat tumpukan sampah basah yang menghasilkan gas metana.
Tpa Pakusari sangat membutuhkan support tanah urug untuk menutup spot jalan yang ambles dan memperlancar jalur angkutan sampah, baik armada Dinas Lingkungan Hidup maupun pembuang yang sudah memiliki kerja sama resmi.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
