Muhammad Sholeh, Warga Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, salah satu Petani, yang hanya bisa menahan kesedihan melihat tanaman cabe merahnya mati setelah diterjang erupsi Gunung Semeru.
Tanaman cabe merah berusia delapan puluh hari tersebut mengalami layu dan kering, akibat abu vulkanik Gunung Semeru. Muhammad Sholeh mengaku lahan miliknya yang terdampak erupsi Gunung Semeru, seluas setengah hektar dengan komoditas tanaman cabe merah.
Sholeh terpaksa harus menangngung kerugian sebesar lima puluh juta rupiah akibat tanaman cabenya terdampak erupsi Gunung Semeru. Ia pun hanya berharap Pemerintah bisa memberikan modal untuk menanam cabai kembali.
Selain tanaman Petani rusak, akibat erupsi Gunung Semeru mengakibatkan lahan pertanian tidak bisa ditanami lagi akibat tertimbun material vulkanik Gunung Semeru .
Dari data BPBD Kabupaten Lumajang tercatat sebanyak 105 hektar lahan pertanian Warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada tanggal 19 november lalu .,
YONGKINUGROHO.JTV.
