Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Warga Sumberpinang Kesulitan Air, PMI Jember Bergerak

Rabu, 01 Juli 2026 | Juli 01, 2026 WIB Last Updated 2026-07-01T10:26:03Z


 JEMBER - Palang Merah Indonesia atau PMI Kabupaten Jember menerjunkan tim assessment ke Dusun Bunder, Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, Rabu, 1 Juli 2026. Langkah ini dilakukan setelah adanya laporan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.


Tim PMI berangkat ke lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan kembali ke Markas PMI Jember sekitar pukul 15.25 WIB. Assessment dilakukan untuk mengetahui kondisi warga terdampak serta menentukan langkah bantuan yang dibutuhkan.


Kepala Markas PMI Kabupaten Jember, Imam Muslim Al Hariri, mengatakan hasil pendataan sementara menunjukkan sekitar 80 hingga 100 kepala keluarga terdampak kekeringan. Selain itu, sebanyak 10 sumur gali milik warga sudah mengering.


Tidak hanya itu, dua sumur bor yang sebelumnya menjadi sumber air warga juga sudah tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi ini membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk kebutuhan sehari-hari.


“Sebagian warga terpaksa memanfaatkan sumur bor di area TPA, namun kondisi airnya berbau. Ada juga yang mengambil air dari bekas galian tambang bata, tetapi airnya keruh dan berbau sehingga kurang layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Imam.


Untuk kebutuhan memasak dan minum, sebagian warga memilih membeli air dari penjual air galon keliling. Hal ini dilakukan karena sumber air yang tersedia tidak layak digunakan untuk konsumsi.


Di lokasi tersebut sebenarnya sudah tersedia tiga tandon bantuan BPBD dan dua tandon swadaya masyarakat. Masing-masing tandon berkapasitas 1.200 liter. Namun, distribusi air bersih dilaporkan telah berhenti sekitar dua bulan terakhir.


Akibatnya, warga harus mengambil air sendiri dari sumber alternatif dengan jarak sekitar 200 hingga 500 meter dari permukiman.


Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengatakan hasil assessment ini akan menjadi dasar bagi PMI untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.


“Assessment dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan. Dari hasil pendataan, warga masih sangat membutuhkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari hingga sumber air kembali normal,” ujar Zainollah.


PMI Kabupaten Jember akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. Koordinasi dilakukan agar penanganan krisis air bersih di Desa Sumberpinang bisa segera dilakukan.


Dengan adanya assessment ini, PMI berharap kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan dapat segera terpenuhi, terutama selama musim kemarau berlangsung.

×
Berita Terbaru Update