JEMBER - Inilah rumah produksi perajin ketupat, Ratniyem, warga Desa Kencong, Kecamatan Kencong, Jember.
Setiap hari, rumah ini selalu sibuk dengan produksi ketupat dan lontong. Pemilik bahkan telah menekuni usaha pembuatan ketupat dan olahan serupa selama kurang lebih 25 tahun. Ia memproduksi berbagai jenis makanan tradisional seperti ketupat, lepet, dan lontong yang menjadi kebutuhan utama masyarakat saat Lebaran.
Pada hari biasa, pemilik mengaku hanya mampu memproduksi sekitar 5 hingga 10 kilogram per hari. Namun, saat Lebaran, jumlah tersebut meningkat drastis hingga mencapai 25 kilogram per hari, tergantung banyaknya pesanan dari pelanggan.
Pesanan tidak hanya datang dari warga sekitar Kencong, tetapi juga dari berbagai daerah lain. Bahkan, banyak pelanggan yang sudah menjadi langganan tetap dan selalu memesan setiap tahun saat Lebaran maupun acara tertentu.
Usaha yang telah dijalani selama puluhan tahun ini kini menjadi bagian dari tradisi masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah, yang rutin membeli ketupat dan lontong setiap momen Lebaran.
Untuk harga, Ratniyem menjual ketupat dan lontong seharga Rp4.000 per biji. Sementara lepet dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung jumlah pembelian. Dalam paket tertentu, 10 biji dijual seharga Rp40.000. Selain menerima pesanan, Ratniyem juga menjual dagangannya setiap hari di pasar setempat.
Tradisi membeli ketupat dan lontong ini pun terus terjaga dari tahun ke tahun. Kehadiran perajin seperti Ratniyem tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat saat Lebaran, tetapi juga turut melestarikan kuliner khas daerah.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
.png)