seperti yang terlihat di salah satu Apotek, yang berlokasi
di Jalan Melati, Kelurahan Jember, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.
aktivitas apotek berjalan normal seperti hari-hari biasa.
tidak terdapat antrean panjang atau lonjakan pembelian barang tertentu selama
libur tahun baru.
salah satu penjaga Apotek, Galuh, mengatakan bahwa selama
periode libur tahun baru, penjualan alat kontrasepsi jenis kondom di tempatnya
tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
jumlah penjualan masih tergolong normal dan relatif sama,
dengan hari-hari sebelum pergantian tahun. menurut galuh, dalam satu hari
rata-rata hanya sekitar sepuluh buah kondom yang terjual.
angka tersebut tidak jauh berbeda dengan penjualan pada
hari biasa di luar momen tahun baru. pembeli kondom pun berasal dari berbagai
kalangan, mulai dari anak muda, pasangan suami istri, hingga masyarakat umum
yang telah berkeluarga.
kondisi ini berbanding terbalik dengan situasi tahun baru
sebelumnya. pada periode yang sama tahun lalu, penjualan kondom sempat
mengalami lonjakan tajam. bahkan, beberapa apotek di Jember dilaporkan
kehabisan stok akibat tingginya permintaan.
menurut Galuh, pada tahun lalu pembeli kondom didominasi
oleh kalangan remaja dan anak muda. hal tersebut menjadi perhatian tersendiri
bagi pihak apotek, mengingat penggunaan alat kontrasepsi di kalangan usia belia
memerlukan edukasi yang tepat.
stabilnya penjualan kondom pada tahun ini diduga
dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adanya peningkatan kesadaran
masyarakat, edukasi kesehatan yang lebih masif, serta pergeseran pola perayaan
tahun baru yang kini lebih sederhana.
selain itu, pengawasan dari berbagai pihak juga dinilai
berperan dalam menekan perilaku berisiko selama momen pergantian tahun.
tidak hanya penjualan alat kontrasepsi, penjualan minuman
beralkohol juga menjadi perhatian selama libur tahun baru. dengan pengawasan
yang lebih ketat, aturan penjualan yang jelas, serta meningkatnya kesadaran
masyarakat, momen libur tahun baru di Jember, berlangsung relatif aman dan
terkendali.
pihak apotek pun berharap kondisi ini dapat terus
dipertahankan, sehingga perayaan tahun baru tidak lagi diiringi dengan lonjakan
penjualan barang-barang yang berpotensi menimbulkan risiko sosial maupun
kesehatan.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
.png)