Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

UNEJ Tembus 101 Profesor, Empat Guru Besar Baru Dikukuhkan

Kamis, 12 Februari 2026 | Februari 12, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T07:34:25Z



Universitas Jember (UNEJ) mencatatkan sejarah baru. Jumlah guru besar di kampus Tegalboto itu resmi menembus 101 profesor setelah pengukuhan empat guru besar baru di Gedung Auditorium UNEJ, Rabu (12/2/2026).

Rektor UNEJ, Iwan Taruna, menyebut momen ini sebagai tonggak penting dalam perjalanan lebih dari enam dekade UNEJ. Pasalnya, pada 2020 lalu jumlah guru besar UNEJ masih 51 orang. Kini, dalam kurun waktu enam tahun, jumlahnya melonjak hampir dua kali lipat menjadi 101 profesor.

“Ini patut kita syukuri. Namun jumlah ini belum mencapai angka ideal. Jika mengacu pada 10 persen dari total dosen, UNEJ seharusnya memiliki sekitar 150 guru besar,” ujar Iwan Taruna.

Empat guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Dr. Kiswara Agung Santoso, S.Si., M.Kom. (Algoritma Pemrograman, FMIPA); Prof. Ir. Khairul Anam, ST., M.T., M.Ag., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng. (Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, FT); Prof. Dr. Ir. Evita Soliha Hani, M.P. (Ekonomi Sumber Daya Manusia Pertanian, Fakultas Pertanian); serta Prof. Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M.Eng., IPM., ASEAN.Eng. (Otomasi dan Informatika Pertanian, FTP).

Rektor menegaskan, capaian jabatan profesor bukan sekadar prestasi individu, melainkan penguatan institusi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. UNEJ, lanjutnya, terus mendorong percepatan kenaikan jabatan akademik melalui hibah riset dan insentif publikasi ilmiah bereputasi.

Dalam orasi ilmiahnya, Prof. Kiswara Agung Santoso mengangkat tema “Otentikasi Image Berbasis Magic Square Orde n”. Ia menjelaskan pentingnya algoritma dalam sistem komputasi modern, termasuk untuk mengamankan dokumen digital melalui teknik steganografi tanpa merusak kualitas visual citra.

Sementara itu, Prof. Khairul Anam membahas integrasi manusia dan mesin melalui kecerdasan buatan dalam orasi berjudul “Niat, Kecerdasan Buatan, dan Teknologi Asistif”. Ia mengembangkan kursi roda berbasis perintah suara dan sistem kontrol berbasis sinyal otak (EEG) guna membantu difabel dengan keterbatasan motorik berat.

Isu ketahanan pangan disoroti Prof. Evita Soliha Hani. Dalam paparannya, ia mengingatkan krisis regenerasi petani di Indonesia. Data menunjukkan jumlah petani turun dari 31,71 juta orang pada 2013 menjadi 29,36 juta orang pada 2023, dengan mayoritas berusia 45–54 tahun. Ia menekankan perlunya insentif ekonomi dan dukungan kebijakan agar sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

Rangkaian orasi ditutup Prof. Bambang Marhaenanto yang menawarkan inovasi Smart Greenhouse untuk budidaya hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian otomatis suhu, kelembapan, cahaya, pH, hingga nutrisi tanaman guna menjawab tantangan pangan global.

Acara pengukuhan semakin meriah ketika Rektor UNEJ turut tampil nge-band bersama sejumlah profesor Fakultas Teknologi Pertanian, menambah suasana hangat dalam momen bersejarah tersebut.

Dengan tambahan empat guru besar ini, UNEJ menegaskan komitmennya memperkuat kualitas akademik dan inovasi riset demi memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

 

×
Berita Terbaru Update