Universitas Jember (UNEJ) kembali menorehkan
prestasi membanggakan di tingkat nasional. Unit Kesenian Mahasiswa Fakultas
(UKMF) Wisma Gita sukses memborong gelar juara dalam dua kompetisi tari bergengsi
sekaligus, yakni Juara 1 Festival Bogasari 2026 dan Juara 2 iForte National
Dance Competition (NDC) 2026.
Prestasi tersebut diraih pada 14 Januari 2026
dan menjadi bukti konsistensi UKMF Wisma Gita dalam mengembangkan potensi seni
tari mahasiswa UNEJ. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan eksistensi Kampus
Tegalboto sebagai salah satu pusat kreativitas mahasiswa yang mampu bersaing di
panggung regional hingga nasional.
Koordinator Bidang Tari UKMF Wisma Gita, Selsa
Adissa Varen, mengungkapkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari kekompakan
dan semangat juang seluruh anggota tim. Menurutnya, dorongan internal yang kuat
dan rasa saling percaya menjadi modal utama untuk berani tampil maksimal dalam
setiap kompetisi.
“Dorongan internal tim yang sangat kuat,
kekompakan, rasa saling percaya, serta semangat kebersamaan setiap anggota
menjadi alasan utama kami untuk berani berpartisipasi dan memberikan usaha
terbaik dalam setiap proses perlombaan,” ujarnya.
Dalam dua kompetisi tersebut, UKMF Wisma Gita
mengusung konsep tari kontemporer-tradisional, yakni perpaduan antara gerak
tari tradisional yang sarat makna dengan koreografi modern yang dinamis dan
energik. Konsep ini menjadi pembeda utama dibandingkan peserta lain dan
berhasil menarik perhatian juri maupun penonton.
“Konsep unik yang kami bawa terletak pada
penggabungan tari tradisional dan modern. Selain itu, kami juga memperkuat
kolaborasi internal serta mempersiapkan mental agar tetap tenang saat tampil di
panggung,” jelas Selsa.
Penampilan UKMF Wisma Gita dinilai mampu
menghadirkan harmoni antara akar budaya lokal dan ekspresi seni modern. Hal ini
menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi tetap relevan dan mampu dikemas secara
kreatif mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan esensi budaya.
Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses
panjang yang dijalani dengan penuh disiplin. Latihan rutin, evaluasi
berkelanjutan, serta pemahaman terhadap strategi penilaian juri menjadi kunci
utama keberhasilan tim.
“Latihan harus konsisten, evaluasi dilakukan
terus-menerus, dan koordinasi tim harus kuat. Saat latihan kami mendalami
wiraga, wirasa, dan wirama. Selain itu, penting untuk memahami kriteria
penilaian juri agar tarian yang dibawakan sesuai. Dan tentu saja, selalu
diiringi doa,” pungkasnya.
Prestasi UKMF Wisma Gita ini diharapkan dapat
menjadi inspirasi bagi generasi penerus di lingkungan UKMF maupun Unit Kegiatan
Mahasiswa lainnya di Universitas Jember. Lebih dari sekadar gelar juara,
keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kekompakan tim, konsistensi, dan kreativitas
merupakan kunci utama dalam menciptakan prestasi yang membanggakan dan
mengharumkan nama almamater.
