Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Sebelum Bunuh Diri, Siswa SD YBR Minta Cairkan PIP, Alarm Perlindungan Anak

Jumat, 06 Februari 2026 | Februari 06, 2026 WIB Last Updated 2026-02-06T02:26:20Z

Fakta baru terungkap dalam kasus meninggalnya seorang siswa sekolah dasar di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban bernama Yohanes Bastian Roja (10) diketahui sempat meminta orang tuanya mencairkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membeli kebutuhan sekolah, namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Bupati Ngada, Raymundus Bena, mengungkapkan temuan tersebut berdasarkan hasil penelusuran tim yang diturunkan langsung ke lapangan untuk mendalami peristiwa tragis yang menimpa korban. Menurut Raymundus, Yohanes kerap menyampaikan keinginannya agar dana PIP dicairkan guna membeli buku dan alat tulis sekolah.

“Dari hasil pendalaman tim di lapangan, korban beberapa kali meminta ibunya mencairkan dana PIP karena membutuhkan buku dan pena untuk sekolah. Namun permintaan itu belum bisa dipenuhi karena keluarga tidak memiliki uang,” kata Raymundus kepada wartawan.

Keterbatasan ekonomi keluarga menjadi latar belakang utama dalam peristiwa tersebut. Sang ibu, lanjut Raymundus, bukan tidak ingin memenuhi kebutuhan anaknya, melainkan terkendala kondisi keuangan yang sangat terbatas. Situasi ini memperlihatkan bagaimana tekanan ekonomi dapat berdampak serius terhadap kehidupan anak-anak, khususnya di wilayah dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi.

Peristiwa ini memicu keprihatinan luas dari masyarakat dan pemerhati perlindungan anak. Banyak pihak menilai kasus ini sebagai cerminan persoalan akses bantuan pendidikan yang belum sepenuhnya menjangkau kelompok paling rentan. Program Indonesia Pintar yang dirancang untuk mencegah anak putus sekolah dinilai perlu dievaluasi, terutama dari sisi kemudahan pencairan dan pendampingan bagi keluarga penerima manfaat.

Pemerintah Kabupaten Ngada menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme pendataan dan penyaluran bantuan pendidikan, termasuk PIP, agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, pendampingan psikososial terhadap keluarga korban juga akan dilakukan.

Tragedi yang menimpa Yohanes menjadi pengingat bahwa persoalan kemiskinan, pendidikan, dan perlindungan anak saling berkaitan erat. Di balik angka penerima bantuan dan laporan program, terdapat realitas kehidupan anak-anak yang membutuhkan kehadiran negara secara nyata dan tepat sasaran.

 

×
Berita Terbaru Update