JEMBER - Mahasiswa RPL Program Studi PG PAUD Universitas PGRI Argopuro (Unipar) menggelar pagelaran seni di aula kampus, Sabtu pagi.
Pagelaran seni diawali dengan parade busana anak khas Nganjuk yang diiringi penampilan guru TK Labschool Unipar, serta parade seluruh mahasiswa RPL PG PAUD.
Acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Unipar, kemudian sambutan Ketua Panitia hingga Rektor Universitas PGRI Argopuro yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas mahasiswa, tetapi juga sebagai sarana pelestarian budaya lokal yang dikemas secara edukatif dan sesuai dengan karakter pendidikan anak usia dini. Beragam pertunjukan seni tradisional ditampilkan, di antaranya Tari Umbyah-Umbyah dari Banyuwangi, Tari Bunga Tembakau khas Jember, Tari Gejik Dele, Tari Gapangan dari Bondowoso, serta sejumlah tarian daerah lainnya.
Seluruh mahasiswa RPL PG PAUD menampilkan tarian tradisional dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Jember, Probolinggo, Nganjuk, dan Bondowoso.
Tidak hanya tari daerah, mahasiswa juga menampilkan drama kolosal serta karya seni rupa yang dirancang sebagai media pembelajaran anak usia dini.
Kegiatan ini juga dirangkai dengan perayaan ulang tahun Rektor Universitas PGRI Argopuro yang ditandai dengan pemotongan tumpeng dan foto bersama jajaran pimpinan kampus.
Salah seorang mahasiswi PG PAUD, Dwi Indrawati, menuturkan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya menampilkan Tari Kopi Lereng Argopuro, sebuah karya orisinal yang mengangkat kearifan lokal masyarakat petani kopi di Kabupaten Jember. Tarian yang dipersiapkan selama kurang lebih dua bulan tersebut menggambarkan seluruh proses budidaya kopi, mulai dari tahap menanam, merawat, memanen, hingga penjemuran biji kopi.
Penampilan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari Yoga Ardanu, seorang pelaku dan pengamat seni yang hadir sebagai tamu kehormatan. Ia menilai mahasiswa mampu mengelola manajemen pertunjukan dengan baik meskipun dalam waktu persiapan yang relatif singkat. Yoga menekankan bahwa peran mahasiswa PAUD sebagai calon guru sangat krusial dalam menjaga tradisi Nusantara agar tidak tergerus budaya asing.
Rektor Unipar mengapresiasi pagelaran tari tradisional mahasiswa PAUD sebagai upaya strategis dalam meningkatkan nilai edukatif sekaligus melestarikan permainan rakyat, seperti baksodor, agar tidak tergerus budaya asing.
Melalui pagelaran seni ini, diharapkan mahasiswa RPL PG PAUD mampu mengembangkan kreativitas serta menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Nusantara yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan anak usia dini.
LUTFI QURROHMAN JTV
.png)