Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

PANEN RAYA JAGUNG, PETANI TERHIMPIT HARGA

Jumat, 09 Januari 2026 | Januari 09, 2026 WIB Last Updated 2026-01-09T11:21:17Z


 hal tersebut dirasakan petani di Desa Kasian Timur, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember.

 panen raya jagung yang seharusnya menjadi momentum meningkatkan kesejahteraan petani, justru berubah menjadi beban. hal tersebut lantaran harga jagung yang sebelumnya mencapai 6.400 rupiah perkilogram, kini turun menjadi 5.800 rupiah perkilogram. turunnya harga ini terjadi meski pemerintah telah menetapkan harga pembelian pemerintah atau hpp jagung sebesar 6.400 rupiah perkilogram.

 di wilayah selatan kabupaten jember, khususnya Desa Kasian Timur, harga jagung di tingkat petani anjlok di bawah ketentuan hpp yang telah ditetapkan Pemerintah.

 kondisi ini diperparah dengan tidak adanya penyerapan jagung oleh perum Bulog. petani terpaksa menjual hasil panennya ke tengkulak dengan harga rendah, karena tidak memiliki alternatif pemasaran lain.

 selain biaya tanam dan perawatan yang tinggi, petani juga harus menghadapi cuaca ekstrem yang berdampak pada turunnya hasil produksi. produktivitas jagung yang sebelumnya bisa mencapai 10 ton per hektar, kini hanya berkisar 7 ton per hektar.

 sementara itu, humas kontak tani nelayan andalan atau ktna Kabupaten Jember, Hendro Saputro, menyebut penetapan hpp jagung oleh Pemerintah merupakan langkah positif. namun kebijakan tersebut dinilai belum berjalan maksimal di lapangan.

 menurut Hendro, tidak adanya penugasan anggaran bagi Bulog untuk menyerap jagung petani, berpotensi membuka ruang permainan harga oleh tengkulak.

ia berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat mengawal kebijakan hpp agar benar-benar dirasakan petani.

para petani pun berharap pemerintah segera turun tangan, memastikan penyerapan jagung sesuai hpp. langkah tersebut dinilai penting demi menjaga stabilitas harga, mendukung swasembada pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

 LUTFI QURROHMAN, JTV.

×
Berita Terbaru Update