Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, masih terpantau tinggi. Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak 101 kali dalam 24 jam terakhir.
Erupsi terbaru terjadi pada Jumat (30/1/2026) pukul 05.52 WIB, dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1 kilometer dari puncak kawah. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir, Gunung Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
“Letusan Gunung Semeru terjadi cukup sering dalam beberapa minggu terakhir. Aktivitasnya masih tergolong tinggi dan terus dipantau secara intensif,” ujar Isnugroho.
BPBD Lumajang mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di sekitar kawasan rawan bencana, agar tetap waspada dan mematuhi rekomendasi dari PVMBG. Warga juga diminta untuk tidak melakukan aktivitas di zona berbahaya, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, karena berpotensi terjadi awan panas guguran dan aliran lahar.
Hingga saat ini, petugas gabungan masih melakukan pemantauan dan koordinasi lintas instansi untuk mengantisipasi dampak lanjutan akibat aktivitas Gunung Semeru.
