Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Satgaspam TNI AL Gagalkan Penyelundupan Serbuk Emas Rp 2,9 Miliar di Bandara Juanda

Selasa, 27 Oktober 2026 | Oktober 27, 2026 WIB Last Updated 2026-10-27T09:23:42Z

 

SIDOARJO - Satuan Tugas Pengamanan (Satgaspam) TNI AL di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, menggagalkan dugaan penyelundupan serbuk emas seberat lebih dari 1,1 kilogram senilai 2,9 miliar. Serbuk emas tersebut diamankan dari seorang warga negara India berinisial MN (31). Pelaku menyembunyikan barang bukti di dalam duburnya, menggunakan tiga kondom.

MN diamankan saat hendak terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia, menggunakan pesawat Malaysia Airlines nomor penerbangan MH870, Kamis (22/10/2026). Penindakan berlangsung di Terminal 2 Keberangkatan Internasional Bandara Juanda.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, serbuk emas tersebut memiliki berat kotor 1.151,46 gram dan berat bersih 1.144,18 gram. Nilai barang bukti diperkirakan mencapai Rp 2.917.659.000. Hasil pengujian terhadap tiga sampel menunjukkan kandungan emas masing-masing sebesar 99,503 persen, 99,511 persen, dan 99,466 persen. Sementara itu, kadar emasnya dilaporkan setara sekitar 23,88 karat.

Komandan Lanudal Juanda, Kolonel (P) Laut Henoch Nasarius Virzawan, mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil sinergi pengamanan antara Lanudal Juanda dan sejumlah instansi terkait di bandara.

Baca Juga :   Warga Malaysia Gelar Demo di Depan KBRI, Soroti Kabut Asap Kalimantan

“Modus operandi yang dilakukan pelaku, seorang warga negara asing (WNA) yang hendak berangkat ke Malaysia, adalah menyembunyikan serbuk emas di dalam alat kontrasepsi berupa kondom yang dimasukkan ke dalam dubur,” kata Henoch dalam konferensi pers, Senin (26/10/2026).

Menurut Henoch, modus penyelundupan dengan memasukkan serbuk emas ke dalam dubur merupakan metode baru yang terdeteksi di Bandara Juanda. Untuk mencegah kejadian serupa, Lanudal Juanda akan meningkatkan langkah mitigasi, termasuk membekali personel dengan kemampuan mendeteksi anomali serta memperkuat pertukaran informasi antarinstansi.

"Kami akan terus memberikan pembekalan kepada prajurit di lapangan, khususnya personel Satgaspam Lanudal Juanda. Kami juga akan meningkatkan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan seluruh stakeholder bandara agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat serta mengantisipasi kejadian anomali di Bandara Juanda,” ujarnya.

Penindakan tersebut melibatkan Satgaspam TNI AL Lanudal Juanda, Bea Cukai, Imigrasi, Polresta Sidoarjo, dan pengelola bandara.  Setelah penggagalan penyelundupan, penanganan dan penyidikan kasus diserahkan kepada Bea Cukai dengan berkoordinasi bersama Polresta Sidoarjo dan pihak imigrasi. Koordinasi dengan imigrasi diperlukan karena orang yang diamankan merupakan warga negara asing. (*)

Editor : A. Ramadhan

×
Berita Terbaru Update