Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Ayah Sefriel Ardiansyah Tak Percaya Anaknya Jadi Korban Karhutla Bromo, Minta Penjelasan Kronologi

Jumat, 16 Oktober 2026 | Oktober 16, 2026 WIB Last Updated 2026-10-16T07:52:19Z

 

PROBOLINGGO - Duka mendalam menyelimuti keluarga Sefriel Ardiansyah, atlet panjat tebing Kota Probolinggo yang meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Ayah korban, Lutfi Zulkifli, mengaku tidak percaya ketika pertama kali menerima kabar mengenai musibah yang menimpa putranya. Pasalnya, sebelum kabar duka tersebut datang, Sefriel masih sempat berkomunikasi dengan ibunya.

Lutfi menuturkan, komunikasi terakhir keluarga dengan Sefriel terjadi pada Kamis sebelum kabar korban meninggal dunia diterima. Sekitar pukul 10.30 WIB, Kamis (15/10/2026), Sefriel masih berkomunikasi melalui WhatsApp dengan ibunya.

Bahkan, saat itu Sefriel sempat memantau kondisi kebakaran dan mengirimkan rekaman video kepada ibunya.

“Jam setengah sebelas masih WhatsApp-an dengan ibunya. Dia sedang memantau api, sempat merekam dan mengirimkan videonya kepada ibunya,” tutur Lutfi saat mengenang komunikasi terakhir dengan putranya, Jumat (16/10/2026).

Namun, sekitar pukul 14.00 WIB, keluarga mulai kehilangan kontak dengan Sefriel. Lutfi mengaku semakin khawatir setelah mendapat telepon dari Iwan Rosidi, pelatih panjat tebing Kota Probolinggo, yang menyampaikan kabar mengenai kondisi putranya.

“Saat Mas Iwan menelepon, saya tidak percaya. Sebab, sebelumnya anak saya masih berkomunikasi dengan ibunya. Tetapi, setelah berita itu semakin berkembang dan nama anak saya disebut, akhirnya saya berangkat ke lokasi,” ungkapnya.

Lutfi mengaku belum mengetahui secara pasti bagaimana putranya bisa berada di lokasi kebakaran hingga akhirnya menjadi korban. Menurutnya, Sefriel bekerja sebagai karyawan bagian engineering di Hotel ARTOTEL.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak manajemen hotel, pada sekitar pukul 09.30 WIB terdapat kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti. Namun, ketika kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 11.00 WIB, Lutfi mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana putranya kemudian berada di lokasi tersebut.

“Dari pihak manajemen, informasi yang saya terima, sekitar setengah sepuluh ada kegiatan bersih-bersih atau kerja bakti. Kemudian, sekitar jam sebelas terlihat kobaran api. Nah, bagaimana anak saya bisa sampai ke sana, itu yang sampai sekarang belum saya ketahui secara pasti,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Sefriel tidak berada seorang diri. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat sejumlah orang lain di lokasi kejadian. Bahkan, ada yang sempat mengambil minuman sebelum kembali ke lokasi.

Meski demikian, Lutfi mengaku belum mengetahui secara lengkap rangkaian kejadian yang menyebabkan putranya menjadi korban dalam kebakaran tersebut.

Karena itu, ia berharap pihak-pihak terkait, termasuk manajemen hotel dan pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kronologi kejadian.

“Saya hanya meminta informasi yang jelas, kenapa anak saya bisa sampai berada di lokasi itu dan bagaimana kronologi kejadiannya. Kami sebagai keluarga ingin mengetahui secara pasti apa yang sebenarnya terjadi,” tegasnya.

Lutfi menambahkan, pihak keluarga sempat menerima penjelasan mengenai kejadian tersebut dari pihak terkait yang datang ke rumah sakit. Namun, ia berharap penjelasan lebih terperinci dapat diberikan agar keluarga memahami rangkaian peristiwa yang merenggut nyawa putranya.

Di mata keluarga, Sefriel dikenal sebagai anak yang pendiam dan tidak banyak tingkah. Ia juga telah menekuni olahraga panjat tebing sejak berusia sekitar delapan tahun.

Selain bekerja sebagai karyawan hotel, Sefriel merupakan atlet panjat tebing berprestasi yang pernah meraih medali perak pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2023 dan 2025. Ia juga dipersiapkan untuk memperkuat kontingen Kota Probolinggo pada Porprov Jawa Timur 2027.

Kepergian Sefriel tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga bagi pelatih dan rekan-rekan atlet yang selama ini berlatih serta berjuang bersama dirinya. (*)

Editor : M Fakhrurrozi

×
Berita Terbaru Update