PROBOLINGGO - Aksi pencurian menyasar bedak pedagang daging sapi di Pasar Leces, Kabupaten Probolinggo. Seorang terduga pelaku yang mengenakan helm, masker, jilbab, dan rok panjang terekam kamera CCTV saat membobol kios atau bedak milik Hajah Anisah, 48 tahun, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam kejadian tersebut, pelaku diduga membawa kabur 25 kilogram daging sapi, uang kas karyawan sebesar Rp 2 juta, serta pemberat timbangan berbahan kuningan. Total kerugian akibat pencurian itu ditaksir mencapai lebih dari Rp 5 juta.
Rekaman CCTV memperlihatkan sosok yang diduga sebagai pelaku masuk ke dalam bedak setelah mencongkel gembok pintu. Setelah berhasil masuk, pelaku menuju freezer tempat penyimpanan daging sapi.
Pelaku kemudian membuka freezer dan mengambil puluhan kilogram daging yang tersimpan di dalamnya. Selain daging sapi, sejumlah barang lain juga dilaporkan hilang.
Saiful, karyawan bedak milik Hajah Anisah, mengatakan pencurian tersebut menambah keresahan pedagang di Pasar Leces. Menurut dia, pelaku diduga telah mengetahui lokasi penyimpanan barang di dalam bedak.
“Pelaku masuk dengan cara mencongkel gembok pintu. Setelah masuk, pelaku langsung menuju freezer dan mengambil daging sapi,” ujar Saiful.
Ia menjelaskan, selain kehilangan 25 kilogram daging sapi, pihaknya juga kehilangan uang kas karyawan sebesar Rp 2 juta dan pemberat timbangan berbahan kuningan.
“Tidak hanya daging yang hilang, uang kas juga diambil. Pemberat timbangan yang terbuat dari kuningan ikut dibawa,” katanya.
Berdasarkan rekaman CCTV, sosok yang diduga pelaku terlihat mengenakan helm dan masker sehingga wajahnya tidak terlihat jelas. Pelaku juga tampak mengenakan jilbab dan rok panjang.
Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi orang yang diduga terlibat dalam pencurian tersebut.
Keresahan serupa dirasakan Suwarti, salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Leces. Ia mengungkapkan, pencurian tidak hanya terjadi di bedak milik Hajah Anisah. Sejumlah pedagang lain juga disebut pernah mengalami kejadian serupa.
Barang yang hilang pun beragam, mulai dari daging sapi hingga peralatan usaha.
“Bukan hanya di sini. Bedak pedagang lain juga pernah menjadi sasaran pencurian,” ungkap Suwarti.
Ia menyebut, barang yang pernah dilaporkan hilang di kawasan pasar antara lain kipas angin dan tabung elpiji berukuran tiga kilogram.
Bahkan, menurut Suwarti, pedagang di bedak sebelahnya pernah kehilangan daging sapi dalam jumlah lebih banyak.
“Bedak sebelah saya juga pernah kehilangan daging sapi, bahkan jumlahnya lebih banyak. Kami sebagai pedagang tentu merasa resah karena kejadian seperti ini sangat merugikan,” katanya.
Suwarti berharap pencurian yang meresahkan pedagang tersebut segera mendapat penanganan. Ia meminta aparat kepolisian mengungkap pelaku agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kami, khususnya pedagang daging sapi, merasa khawatir. Sampai sekarang pelakunya belum terungkap. Kami berharap polisi segera mengusut kasus ini supaya pedagang bisa berjualan dengan aman,” ujarnya.
Menurutnya, keamanan pasar menjadi hal penting bagi pedagang yang setiap hari menyimpan barang dagangan dan perlengkapan usaha di bedak masing-masing.
Jika pencurian terus terjadi, pedagang tidak hanya kehilangan barang dagangan, tetapi juga harus menanggung kerugian yang dapat memengaruhi kegiatan usaha mereka.
Para pedagang berharap pengawasan dan pengamanan di kawasan Pasar Leces ditingkatkan. Mereka juga berharap rekaman CCTV dapat membantu proses pengungkapan kasus sehingga aktivitas jual beli dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (*)
Editor : A. Ramadhan
