Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Kemarau Panjang Belum Berakhir, Ribuan Warga Pacitan Berdoa Lewat Salat Istisqa

Senin, 19 Oktober 2026 | Oktober 19, 2026 WIB Last Updated 2026-10-19T10:42:50Z

 

PACITAN - Ribuan warga memadati Lapangan Peta, Kelurahan Sidoharjo, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Senin pagi. Mereka mengikuti salat istisqa yang digelar Pemerintah Kabupaten Pacitan untuk memohon turunnya hujan di tengah kemarau panjang yang masih melanda wilayah tersebut.

Kegiatan ini diikuti masyarakat bersama jajaran pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Salat istisqa menjadi salah satu ikhtiar spiritual di tengah dampak kekeringan yang dirasakan masyarakat, terutama warga di wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan, pelaksanaan salat istisqa merupakan hasil kesepakatan bersama pemerintah daerah dan Forkopimda, menyikapi kondisi cuaca yang belum menunjukkan turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir.

“Seperti yang kita tahu, dari bulan-bulan kemarin sampai sekarang ini belum turun hujan, termasuk di Pacitan. Sebagai umat muslim, kita bersepakat bersama Forkopimda dan semuanya untuk menyelenggarakan salat istisqa hari ini. Mudah-mudahan dikabulkan, hujan segera turun, sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari rahmat Allah SWT,” kata Mas Aji.

Baca Juga :   Jalur SEKAWI Donorojo Dibuka, Hubungkan Tiga Desa Lewat Kawasan Pantai

Menurutnya, kemarau panjang menjadi tantangan yang hampir setiap tahun dihadapi Kabupaten Pacitan. Namun, kondisi tahun ini dirasakan lebih berat karena durasi kemarau yang berkepanjangan akibat pengaruh cuaca.

Dampaknya, sejumlah masyarakat membutuhkan pasokan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah daerah pun terus berupaya membantu warga melalui distribusi air bersih dengan melibatkan berbagai pihak.

“Memang setiap tahun saat musim kemarau kita menghadapi tantangan kekeringan. Tahun ini, dengan adanya pengaruh cuaca, kemaraunya menjadi lebih panjang sehingga masyarakat juga terdampak,” ujarnya.

Baca Juga :   Pertunjukan Kolosal Thethek Melek di Nitikan Pacitan, Perpaduan Seni dan Kearifan Lokal

Indrata mengakui, upaya penanganan yang dilakukan belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah berupaya memaksimalkan bantuan, termasuk membuka layanan pengaduan selama 24 jam bagi warga yang membutuhkan pasokan air bersih.

“Kami dari pemerintah daerah, dibantu komunitas dan perusahaan, memberikan bantuan berupa pengiriman air bersih kepada masyarakat. Memang masih ada kekurangan, tetapi insyaallah kami sudah berbuat maksimal untuk meringankan beban masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, warga yang membutuhkan air bersih dapat menghubungi petugas yang telah ditunjuk melalui sambungan telepon maupun WhatsApp. Dengan begitu, kebutuhan mendesak di wilayah terdampak dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :   Kampung Pangan Lestari Nitikan Jadi Percontohan, Dorong Warga Mandiri Pangan dari Pekarangan

Bupati juga berharap masyarakat di berbagai wilayah turut menggelar salat istisqa dan memperbanyak doa agar hujan segera turun. Menurutnya, kemarau panjang tidak hanya dirasakan Pacitan, tetapi juga sejumlah daerah lain yang terdampak fenomena El Niño.

“Saya berharap seluruh masyarakat juga bisa menyelenggarakan kegiatan serupa. Kalau kita berdoa bersama-sama, insyaallah doa kita bisa dikabulkan,” imbuhnya.

Sementara itu, khatib salat istisqa, KH. Hammam Fathulloh, mengingatkan bahwa ikhtiar memohon turunnya hujan tidak cukup hanya dilakukan melalui doa. Menurutnya, momentum kemarau panjang juga harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki hubungan sosial sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga :   Kemarau Panjang Belum Berakhir, Ribuan Warga Pacitan Berdoa Lewat Salat Istisqa

Ia menjelaskan, hujan merupakan bagian dari rahmat Allah SWT. Karena itu, upaya memohon turunnya rahmat tersebut perlu diiringi tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.

“Ketika kita menginginkan rahmat Allah turun kepada kita, kita juga harus benar-benar memberikan aksi kerahmatan dan kebermanfaatan kepada orang lain. Pada prinsipnya, semakin saleh spiritual seseorang, seharusnya semakin berdampak pula pada kesalehan sosialnya,” tutur Hammam.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kemarau panjang sebagai momentum bermuhasabah, memperbanyak istigfar, bertobat atas kesalahan dan dosa, serta memperbaiki kepedulian terhadap sesama manusia maupun alam semesta.

Baca Juga :   Air Terjun Tluevalley Pacitan, Pesona Air Jernih dan Perbukitan Karst yang Memikat

Lebih lanjut, Hammam menekankan pentingnya berbagi air bersih kepada masyarakat yang mengalami kekurangan. Menurutnya, kepedulian sosial menjadi salah satu hal penting yang perlu diwujudkan di tengah kondisi kekeringan.

“Dalam kesunahan salat istisqa, salah satunya adalah bersedekah. Dalam kondisi kemarau panjang seperti sekarang, kebutuhan air bersih menjadi hal yang sangat mendesak. Banyak saudara kita yang membutuhkan. Karena itu, mari berbagi dengan masyarakat yang mengalami krisis air bersih,” pungkasnya.

Melalui pelaksanaan salat istisqa ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperkuat ikhtiar spiritual, tetapi juga meningkatkan solidaritas sosial untuk membantu warga terdampak kekeringan sembari menantikan hujan kembali turun di Kabupaten Pacitan. (Edwin Adji)

Editor : JTV Pacitan

×
Berita Terbaru Update