NGAWI - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat edaran pada 20 Oktober 2026 yang mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa sebagai ikhtiar memohon hujan di tengah musim kemarau berkepanjangan yang memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Surat edaran tersebut ditujukan kepada para bupati dan wali kota, pondok pesantren, organisasi kemasyarakatan Islam, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Majelis Ulama Indonesia (MUI). Melalui edaran ini, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama melaksanakan salat istisqa sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing daerah.
Khofifah menyampaikan penerbitan surat edaran tersebut saat menyerahkan bantuan air bersih di Kabupaten Ngawi. Selain mengajak masyarakat melaksanakan salat istisqa, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan.
Upaya tersebut meliputi pendistribusian air bersih kepada warga terdampak, pencarian sumber air alternatif, serta pelaksanaan modifikasi cuaca untuk membantu memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Baca Juga : Kekeringan di Enam Desa, 10 Ribu Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Kabupaten Madiun
Berdasarkan data yang disampaikan, sebanyak 25 kabupaten dan kota di Jawa Timur mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan. Dari jumlah tersebut, 24 daerah telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.
Pemerintah berharap berbagai langkah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus menjadi ikhtiar bersama dalam menghadapi dampak kekeringan. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Editor : JTV Madiun
