Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Banjir Terjang 3 Titik Kota Batu! Nurochman Turun Susuri Sungai Bongkar Biang Masalah

Kamis, 29 Oktober 2026 | Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-29T09:29:03Z

KOTA BATU - Hujan lebat pertama pada awal musim penghujan langsung memicu persoalan di sejumlah titik Kota Batu. Sampah, tumpukan kayu, hingga limbah pertanian menyumbat aliran air dan menyebabkan banjir di tiga lokasi, bahkan merusak pelengsengan serta mengganggu distribusi air bersih.

Sehari setelah kejadian, Kamis (29/10/2026), Wali Kota Batu Nurochman turun langsung meninjau lokasi terdampak. Tak sekadar melihat kerusakan, ia juga menyusuri aliran sungai untuk mengidentifikasi penyebab luapan air sekaligus menentukan langkah mitigasi sebelum hujan berikutnya datang.

Didampingi Sekretaris Daerah Kota Batu Alfi Nurhidayat dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Batu Suwoko, Nurochman meninjau kawasan Oro-oro Ombo, Tlekung, dan Mojorejo.

Dari hasil peninjauan, salah satu persoalan yang ditemukan adalah tumpukan sampah dan material kayu yang menghambat aliran sungai serta saluran air. Ketika debit air meningkat, sumbatan tersebut membuat air meluap hingga memasuki halaman dan rumah warga.

“Karena ada beberapa tumpukan sampah yang kemudian menyumbat sungai dan saluran air, akhirnya air meluap. Ada yang masuk ke rumah warga dan ada pula pelengsengan yang jebol,” ujar Nurochman saat meninjau lokasi terdampak.

Menurutnya, upaya antisipasi sebenarnya telah dilakukan di tingkat kecamatan dan desa. Namun, derasnya arus yang membawa sampah serta material lain membuat sejumlah saluran kembali tersumbat.

Karena itu, Nurochman meminta Sekda Kota Batu segera menerbitkan instruksi kepada seluruh kepala desa dan lurah agar meningkatkan kewaspadaan serta mengintensifkan kerja bakti membersihkan sungai dan saluran air.

“Pak Sekda akan memberikan surat instruksi kepada kepala desa dan lurah untuk mengantisipasi hujan selanjutnya. Ini harus segera kita lakukan bersama-sama,” tegasnya.

Dampak banjir tidak hanya berupa genangan. Di Tlekung, pelengsengan teknis dilaporkan mengalami kerusakan sepanjang sekitar 15 meter dengan ketinggian mencapai empat meter. Sementara di Mojorejo, luapan air akibat sumbatan sampah dan limbah pertanian mengganggu jalan hingga masuk ke kawasan sekolah.

BPBD Kota Batu memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material sementara diperkirakan sekitar Rp15 juta, terutama akibat kerusakan pelengsengan.

Persoalan lain ditemukan saat Nurochman menyusuri Sungai Genengan di sekitar jembatan Jalan Pattimura, Kelurahan Temas. Bersama Direktur PDAM Kota Batu Ahmad Yusuf, ia melihat material kayu dan lumpur yang berdampak terhadap jaringan pipa air bersih menuju Masjid Putih Glonggong.

Pipa yang terputus diperkirakan mencapai 300 meter. Pemerintah Kota Batu bersama pihak terkait menyiapkan penanganan bertahap dengan memprioritaskan bagian jaringan yang paling mendesak untuk diperbaiki.

Sebagai langkah awal, gulungan pipa sepanjang 300 meter diserahkan melalui Pemkot Batu untuk mendukung perbaikan jaringan distribusi air bersih tersebut.

Rentetan dampak pada awal musim penghujan ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk tidak menyepelekan kondisi sungai maupun drainase. Pembersihan sampah, pemeriksaan titik rawan sumbatan, serta penanganan infrastruktur yang rusak perlu dilakukan sebelum hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.

Pemkot Batu mendorong keterlibatan pemerintah desa, kelurahan, dan masyarakat untuk menjaga kebersihan saluran air, termasuk mencegah sampah dan limbah pertanian menumpuk di aliran sungai.

Mitigasi tidak cukup dilakukan setelah banjir terjadi. Kesiapsiagaan bersama dan pemeliharaan saluran secara berkala menjadi langkah penting untuk menekan risiko luapan air, kerusakan infrastruktur, serta dampak yang lebih luas terhadap permukiman warga. (Rafli)

Editor : JTV Malang 


×
Berita Terbaru Update