TULUNGAGUNG - Nasib nahas menimpa keluarga Nursiah, warga Desa Rejoagung, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Rumah hunian mereka hangus dilalap si jago merah pada Sabtu pagi akibat dugaan korsleting listrik.
Kobaran api dengan cepat membesar dan melahap barang-barang yang berada di sejumlah ruangan. Tak hanya perabotan, bagian atap rumah juga hancur akibat amukan api tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka, namun pemilik rumah harus menanggung kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Kasi Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tulungagung Iwan Supriyono menjelaskan, pihaknya menerima laporan insiden kebakaran tersebut sekitar pukul 08.00. Tim pemadam langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian sesaat setelah panggilan darurat diterima.
"Kami langsung mengerahkan satu unit kendaraan pemadam dan dua unit kendaraan suplai air ke lokasi. Setelah berjibaku, dalam waktu sekitar 40 menit api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya," ujar Iwan Supriyono.
Dari hasil penyelidikan awal petugas di lokasi, pemicu kebakaran diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada sebuah stop kontak yang berada di salah satu kamar. Percikan api kemudian dengan cepat menyambar material mudah terbakar di sekitarnya.
Menariknya, ada sebuah keajaiban kecil di tengah musibah tersebut. Saat petugas tengah melakukan proses pemadaman, mereka menemukan uang tunai sebesar Rp 7 juta yang secara kebetulan lolos dari kepungan kobaran api dan berhasil diselamatkan dalam kondisi utuh.(Agus Bondan/Beny Setiawan)
Editor : JTV Kediri