JEMBER - Pemandangan berbeda terlihat di Sungai Bedadung, Jember. Di tengah kemarau panjang, debit air sungai menyusut hingga bagian dasar sungai mulai terbuka.
Aliran air yang tersisa hanya terlihat di sejumlah bagian sungai. Sementara itu, area yang biasanya tergenang kini dapat dilalui dan dimanfaatkan warga untuk beraktivitas.
Sejumlah warga Jember Lor, Kecamatan Patrang, memanfaatkan kondisi ini untuk mencari batu yang muncul dari dasar sungai. Batu-batu tersebut diambil untuk dimanfaatkan sebagai bahan bangunan.
Warga lainnya memilih memancing di aliran air yang masih tersisa. Bahkan, terik matahari yang menyinari dasar sungai dimanfaatkan Maryati untuk menjemur pakaian dan nasi sisa.
Menurut warga, saat debit air Sungai Bedadung masih normal, sungai biasanya dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci.
Namun, saat ini air yang tersisa dinilai terlalu kotor dan alirannya kecil. Warga pun memilih menggunakan sumber air lain, meski ketersediaannya juga terbatas.
Sumarji, warga setempat, mengaku surutnya air memudahkannya mengambil batu-batu yang sebelumnya terendam.
Kondisi surutnya Sungai Bedadung ini terlihat kontras dengan kondisinya saat musim hujan. Di sejumlah titik, masih terlihat bangunan yang pernah terdampak banjir bandang dan mengalami kerusakan.
Kini, saat musim kemarau, dasar sungai justru menjadi ruang bagi warga untuk beraktivitas. Meski terlihat aman, warga tetap perlu berhati-hati. Sebab, perubahan cuaca dapat membuat debit sungai meningkat dalam waktu singkat, terutama jika hujan turun di wilayah hulu.
Editor : JTV Jember