Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Perawat RSUD Waluyojati yang Mengaku Dibegal Ternyata Bersandiwara, Motor Ayah Dijual Rp 1,5 Juta

Kamis, 04 Juni 2026 | Juni 04, 2026 WIB Last Updated 2026-06-04T02:35:23Z

 

Perawat RSUD Waluyojati yang Mengaku Dibegal Ternyata Bersandiwara, Motor Ayah Dijual Rp 1,5 Juta

PROBOLINGGO - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Probolinggo pada Senin (2/6/2026) malam akhirnya terungkap. Nugroho (33), seorang perawat RSUD Waluyojati Kraksaan yang sebelumnya mengaku menjadi korban begal sadis di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Kraksaan, ternyata membuat cerita palsu.

Pria asal Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan itu mengaku sengaja merekayasa aksi pembegalan karena telah menjual sepeda motor Honda Beat milik ayahnya tanpa sepengetahuan keluarga. Agar ceritanya meyakinkan, ia bahkan nekat melukai tubuhnya sendiri menggunakan senjata tajam.

Kapolsek Kraksaan Kompol Masykur mengatakan, kebohongan tersebut terungkap setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi hingga meminta keterangan korban.

"Dari hasil penyelidikan dan gelar perkara, yang bersangkutan akhirnya mengakui bahwa pembegalan tersebut tidak pernah terjadi. Itu hanya sandiwara yang dibuat sendiri," kata Kompol Masykur, Rabu (3/6/2026).

Menurutnya, korban sengaja menciptakan cerita menjadi korban kejahatan jalanan karena terhimpit masalah ekonomi dan takut dimarahi orang tuanya setelah menjual motor milik keluarga.

"Korban mengaku terdesak kebutuhan ekonomi. Karena itu motor milik ayahnya dijual kepada seseorang seharga Rp 1,5 juta. Supaya keluarganya percaya motor hilang karena dirampas begal, dia membuat cerita palsu," ujarnya.

Tak hanya mengarang cerita, Nugroho juga sengaja melukai dirinya sendiri agar terlihat seperti korban kekerasan.

"Agar sandiwara berjalan baik, yang bersangkutan melukai bagian lengan dan kepala menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Selama menjalani perawatan di rumah sakit, korban juga mendramatisir cerita seolah-olah benar menjadi korban begal," terang Masykur.

Polisi mulai menaruh curiga karena korban tidak segera melapor setelah peristiwa yang diklaim sebagai pembegalan tersebut.

"Meski korban tidak membuat laporan polisi, kami tetap melakukan observasi, olah TKP dan meminta keterangan warga sekitar lokasi yang disebut sebagai tempat kejadian," jelasnya.

Kecurigaan semakin kuat setelah tidak ditemukan bukti maupun saksi yang mendukung cerita korban.

"Hingga Selasa siang korban tidak juga melapor. Dari situ muncul kecurigaan kami. Kemudian korban kami panggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut," tambahnya.

Saat menjalani pemeriksaan, penyidik melakukan pendekatan persuasif hingga akhirnya korban mengakui seluruh kebohongannya.

"Kami tidak membutuhkan waktu lama. Setelah diberikan pemahaman, yang bersangkutan mengakui bahwa kabar pembegalan yang sempat viral di media sosial maupun media massa adalah hoaks," tegas Kapolsek.

Setelah pengakuan tersebut, Nugroho kemudian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat.

"Korban sudah membuat klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka. Dengan adanya pengakuan tersebut, persoalan ini telah diselesaikan," pungkas Masykur.

Dalam video klarifikasi yang beredar, Nugroho mengakui seluruh ceritanya tidak benar.

"Saya Nugroho. Pembegalan yang menimpa saya di sekitar Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo tidak benar," ucapnya.

Dengan suara terbata-bata, ia mengaku sengaja membuat cerita palsu karena telah menjual motor milik ayahnya.

"Saya melakukan berita hoaks dengan menjual motor ayah karena terdesak kebutuhan ekonomi," katanya.

Ia juga mengakui luka yang ada di tubuhnya merupakan hasil perbuatannya sendiri.

"Saya lukai tubuh saya sendiri supaya terlihat seperti korban begal betulan," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Nugroho menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf kepada masyarakat.

"Saya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Probolinggo, kepada Kapolres Probolinggo, Kapolsek Kraksaan dan seluruh netizen. Saya menyesal telah membuat berita palsu," tuturnya. (*)

Editor : A. Ramadhan

×
Berita Terbaru Update