Industri Rumahan Tempe di Kampung Tempe Blok Bagusari Kelurahan Jogorunan Lumajang, mulai merasakan dampak memanasnya konflik antara Iran, Amerika Serikat Dan Israel, yang menyebabkan mahalnya harga kedelai impor.
dimana sejak sebulan terakhir harga kedelai impor merangkak naik, dari yang sebelumnya hanya 9 ribu 5 ratus rupiah per kilo gram kini naik hingga 10 ribu 5 ratus rupiah perkilo gramnya.
kedelai impor dari Amerika , selama ini menjadi bahan baku utama pembuatan tempe, sehingga konflik Geopolitik tersebut diduga menjadi pemicu utama naiknya harga kedelai di tanah air.
kenaikan ini langsung menekan para pengusaha tempe biaya produksi meningkat tajam, namun harga jual tidak mudah naik karena daya beli Masyarakat masih terbatas.
salah satunya dialami saiful amin, yang tiap hari membutuhkan 2 kwintal kedelai impor. namun di saat sebagian produsen mengurangi ukuran produk , Saiful justru mempertahankan ukuran tempe . ia memilih mempertahankan prinsip dengan tetap menjaga kualitas produk , demi kepercayaan pelanggan . sehingga kenaikan kedelai ini menyebabkan keuntunganya berkurang akibat tingginya biaya produksi.
Syaiful Amin dan produsen tempe lainya berharap harga kedelai segera kembali stabil, agar usahanya dapat terus bertahan , karena jika terus merangkak naik , mereka mengaku kesulitan menjalankan usaha.
YONGKINUGROHO.JTV.
.png)