LUMAJANG - Pasca putusnya akses jalan antarkecamatan Pasirian dan Tempursari akibat diterjang banjir lahar pada Jumat petang lalu, kini warga setempat memanfaatkan lahan persawahan yang tertutup material pasir sebagai jalan alternatif.
Akses penghubung antarkecamatan ini menjadi jalur tercepat menuju kota dan merupakan akses krusial bagi mobilitas perekonomian warga, pendidikan, hingga aktivitas sehari-hari lainnya. Jika tidak melintasi jalur ini, warga harus memutar dengan jarak tempuh lebih jauh hingga satu jam perjalanan atau sekitar 53 kilometer.
Sementara itu, Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional akan membuat akses jalan darurat dengan menumpuk material pasir dan batu pada jalur utama yang terputus. Langkah ini dilakukan sebagai upaya cepat agar aktivitas warga dapat kembali normal.
Proses pembuatan jalan darurat ini ditargetkan selesai dalam tujuh hari ke depan. Kementerian PU telah menerjunkan enam alat berat berupa ekskavator dan dump truck untuk pemulihan pascabencana lahar ini.
YONGKINUGROHO JTV
.png)