Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

SIRINE BELANDA 1824, GEMPAR SAAT BUKA PUASA

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T09:19:08Z



dahulu, sirine ini digunakan sebagai penanda bahaya atau kondisi darurat.letaknya saat itu berada di Benteng pertahanan Belanda di wilayah Mayangan.setelah kemerdekaan dan Benteng dikuasai Tentara Nasional Indonesia, sirine tersebut ikut menjadi bagian dari aset bangsa.

seiring waktu, sirine terompet ini beberapa kali dipindahkan.dari Benteng di Mayangan, lalu ke Kantor Dprd setempat, hingga akhirnya kini menetap di Kompleks Kantor Pemerintah Kota Probolinggo.

meski terbilang kuno, sistemnya sudah menggunakan tenaga listrik.di dalamnya terdapat tiga motor penggerak, berupa dinamo yang membuat terompet dapat berputar dan menghasilkan suara khas yang kuat dan panjang.

kini, fungsi sirine tidak lagi sebagai penanda ancaman.suaranya justru menjadi bagian dari momen penting.setiap tanggal 17 agustus, sirine dibunyikan saat detik-detik proklamasi.sementara di bulan Ramadan, bunyinya menjadi penanda waktu berbuka puasa.khusus untuk buka puasa, sirine meraung selama satu menit penuh.

bagi Warga Probolinggo, suara itu bukan sekadar bunyi nyaring dari menara tinggi.ia adalah pengingat sejarah, saksi perjalanan zaman, sekaligus simbol bahwa warisan masa lalu masih hidup dan berdampingan dengan kehidupan modern hari ini.

FARID FAHLEVI, JTV

 

 

 

×
Berita Terbaru Update