suasana religius terasa di musala
usai salat isya, di Pondok Pesantren Mahfilud
Duror, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Kabupaten Jember, ratusan jamaah
telah memadati musala untuk mengikuti salat tarawih secara berjamaah. kegiatan
ini menjadi penanda dimulainya ibadah Ramadan lebih awal.
seperti tahun sebelumnya, penentuan awal Ramadan
Di Ponpes ini tidak mengacu pada keputusan pemerintah. penetapan dilakukan
berdasarkan metode hitungan wuquf, yang merujuk pada kitab salaf dan telah
diwariskan secara turun-temurun.
metode tersebut berbeda dengan rukyat maupun
hisab yang lazim digunakan secara nasional. meski begitu, pihak Pondok
menegaskan bahwa perbedaan bukanlah persoalan.
Masyarakat sekitar diberikan kebebasan untuk
menentukan awal puasa sesuai keyakinan masing-masing. perbedaan penentuan awal Ramadan
dinilai sebagai bagian dari dinamika umat Islam.
dalam pelaksanaannya, Salat Tarawih digelar
sebanyak 20 rakaat atau 10 salam, dilanjutkan dengan 3 rakaat Salat Witir. usai
tarawih, para jamaah juga melaksanakan Tadarus al-qur’an.
dengan dimulainya Tarawih, ratusan jamaah di Suger
Kidul, menyambut Ramadan dengan penuh
kekhusyukan, sekaligus menandai awal puasa yang lebih dini.
LUTFI
QURROHMAN, JTV.
.png)