LUMAJANG - Belasan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Lajnah Studi Gerakan dan Advokasi menggelar aksi bungkam di depan Mapolres Lumajang.
Aksi tersebut dilakukan lantaran lambannya penanganan kasus operasi tangkap tangan atau OTT dugaan penimbunan bahan bakar minyak subsidi jenis solar yang terjadi pada awal November 2025 lalu, dan melibatkan Bupati Lumajang, Indah Amperawati.
Dalam aksi tersebut, massa menutup mulut mereka menggunakan lakban sebagai simbol protes atas tidak transparannya penanganan kasus tersebut. Para mahasiswa mengancam akan menggelar aksi dengan massa yang lebih besar apabila ke depannya belum ada titik terang dalam proses hukum kasus ini.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Lumajang menyampaikan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan hingga kini belum ada tersangka. Proses penanganan perkara masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian setempat.
Diketahui, operasi tangkap tangan dilakukan oleh Bupati Lumajang, Indah Amperawati, bersama petugas kepolisian terhadap terduga pelaku penimbunan BBM subsidi jenis solar di area SPBU Desa Labruk Lor, Lumajang, pada awal November 2025 lalu.
Dalam operasi tersebut, bupati menemukan barang bukti berupa satu unit truk bernomor polisi N 9407 UN yang mengangkut solar subsidi di dalam tandon air berkapasitas 1.000 liter
YONGKINUGROHO.JTV.
.png)