jelang perayaan tahun baru Imlek, puluhan pengepul daging rajungan di Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, benar-benar ketiban rezeki.
permintaan salah satu makanan khas Warga
Tionghoa ini meningkat tajam. tak hanya untuk kebutuhan pasar dalam Negeri,
pesanan juga datang dari Luar Negeri, seperti Cina dan Amerika Serikat.
salah satu pengepul daging rajungan milik Misri,
warga Desa Tongas Wetan, mengaku permintaan jelang Imlek naik hingga 100 persen.
membludaknya pesanan, membuat pengepul
mempekerjakan puluhan ibu-ibu Kampung, untuk mengejar target produksi dan
pengiriman.
sebelum dipisahkan dagingnya, rajungan direbus
terlebih dahulu, hingga benar-benar matang. setelah itu, daging dipilah dan
disortir sesuai kualitas.
daging rajungan dengan kualitas terbaik,
dikirim ke Pasar Ekspor. sedangkan kualitas di bawahnya, dipasarkan untuk
kebutuhan dalam Negeri.
jelang Imlek, para pekerja pengupas rajungan
mendapatkan penghasilan tambahan. dalam sebulan, mereka bisa mengantongi
penghasilan satu sampai dua juta rupiah, tergantung banyaknya pesanan.
untuk pesanan jelang Imlek, setiap hari
pengepul mampu memproduksi empat sampai lima kwintal daging rajungan.
khusus kualitas ekspor, harga per kilogram mencapai empat ratus ribu rupiah.
dari peningkatan pesanan tersebut, omset
pengepul daging rajungan, mampu mencapai seratus juta hingga lima ratus juta
rupiah dalam sehari.
FARID
FAHLEVI , JTV .
.png)