Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Gejolak Semeru Alami Letusan Disertai APG

Jumat, 13 Februari 2026 | Februari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-02-13T10:30:34Z



LUMAJANG - Rekaman CCTV milik relawan di Desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, merekam detik-detik Gunung Semeru mengalami erupsi berupa letusan asap yang membumbung tinggi disertai guguran awan panas ke sisi tenggara Besuk Kobokan pada Jumat siang.

Laporan Pos Pantau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terjadi dengan amplitudo maksimal mencapai 20 milimeter dan berdurasi empat menit 10 detik. Erupsi membentuk kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah utara dan timur laut. Erupsi ini juga disertai guguran awan panas ke sisi tenggara sejauh 3.000 meter.

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang diterjunkan ke pemukiman terdekat dari wilayah Gunung Semeru guna mengantisipasi potensi erupsi susulan.

BPBD memastikan radius erupsi yang terjadi jauh dari aktivitas penduduk. Sistem peringatan dini (early warning system) berfungsi dengan baik sehingga ketika ada peningkatan aktivitas Semeru, warga sekitar sudah siaga.

Hingga kini, status Semeru masih berada pada Level III atau Siaga. Rekomendasi keselamatan, masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai atau sempadan sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

YONGKINUGROHO.JTV.

×
Berita Terbaru Update