LUMAJANG - Hamparan lahan blewah terlihat hijau, namun tidak semua buah dalam kondisi sempurna. Cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat sebagian blewah mengalami retak dan pembusukan.
Seperti yang terjadi di lahan milik Nanang Suyitno (43), di Desa Kebonsari, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang. Intensitas hujan yang sangat tinggi mempercepat kerusakan buah.
Beruntung, momentum bulan Ramadan membawa berkah tersendiri. Meskipun hasil panen merosot hingga 50 persen, harga jual di tingkat petani saat Ramadan cukup tinggi, mencapai Rp5.000 per kilogram.
Bahkan blewah dengan kualitas kurang baik masih dapat dijual dengan harga lebih rendah, yakni Rp2.500 per kilogram, dan tetap memberikan keuntungan di tingkat petani. Dengan demikian, tidak seluruh hasil panen terbuang.
Di tengah cuaca ekstrem ini, di lahan seluas 0,25 hektare tersebut, Nanang hanya mampu memanen sekitar tiga ton blewah. Padahal, dalam kondisi cuaca normal, hasil panen bisa mencapai lima ton. Namun, dengan harga jual yang tinggi, Nanang tetap mampu meraup keuntungan hingga jutaan rupiah.
YONGKINUGROHO.JTV.
