JEMBER - Memasuki pukul 16.00 WIB, satu per satu lapak mulai ramai didatangi pembeli. Sepanjang kurang lebih 200 meter, sekitar 165 stan berderet rapi menawarkan beragam hidangan.
Aroma gorengan yang baru diangkat dari wajan bercampur dengan manisnya kolak dan segarnya es buah, serta kue tradisional berwarna-warni yang tersusun menarik. Sementara itu, nasi kotak dan aneka lauk pauk siap dibawa pulang untuk santap malam dan sahur.
Harganya pun ramah di kantong. Mulai dari Rp2.000, warga sudah bisa membawa pulang takjil untuk berbuka. Tak heran jika setiap sore lokasi ini selalu dipadati pengunjung, baik dari dalam maupun luar perumahan.
Lebih dari sekadar tempat berbelanja, bazar ini menjadi ruang pertemuan. Warga saling menyapa, anak-anak berlari kecil di antara kerumunan, dan para pedagang melayani pembeli dengan senyum ramah.
Bagi para pelaku UMKM, momentum Ramadan menjadi berkah tersendiri. Banyak di antara mereka merupakan warga setempat yang memanfaatkan bulan suci untuk menambah penghasilan keluarga.
Bazar Ramadan Tegal Besar dibuka setiap hari mulai pukul 14.30 hingga 18.30 WIB selama bulan suci. Kehadirannya bukan hanya memudahkan warga mencari menu berbuka, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan menggerakkan roda ekonomi lokal. Di tengah hangatnya suasana Ramadan, jalan perumahan ini menjelma menjadi surga takjil yang selalu dinanti setiap sore.
LUTFI
QURROHMAN, JTV.
.png)