JEMBER - Menjelang azan Magrib, suasana di sebuah warung bakso di kawasan Patrang terlihat ramai. Pembeli datang silih berganti. Sebagian memilih makan di tempat, sementara sebagian lainnya membungkus untuk dibawa pulang.
Menu andalan berupa bakso dengan potongan iga sapi berukuran besar. Daging iga dimasak menggunakan teknik presto agar empuk, namun tetap terasa padat dan gurih saat digigit. Aroma kaldu sapi yang kuat langsung tercium saat mangkuk disajikan.
Cita rasa kuah menjadi daya tarik utama. Racikan cabai rawit memberikan sensasi pedas yang menghangatkan, namun tetap seimbang dengan rasa gurih dan sedikit manis khas Pendalungan. Perpaduan karakter rasa Jawa dan Madura ini membuat pelanggan ketagihan.
Sejak pekan pertama Ramadan, jumlah pembeli terus meningkat. Dalam satu hari, penjual mampu menghabiskan antara 50 hingga 100 mangkuk, terutama saat mendekati waktu berbuka dan usai salat tarawih.
Harganya pun relatif terjangkau, tergantung ukuran porsi dan tambahan isian. Kondisi ini menjadikan bakso iga sebagai salah satu pilihan menu berbuka yang berbeda di tengah dominasi kolak dan aneka gorengan.
Ramadan tak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian warga. Kreasi menu unik seperti bakso tulangan iga ini menjadi bukti bahwa inovasi kuliner mampu menarik minat masyarakat di bulan suci.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
.png)