Puluhan hektare lahan pertanian padi di
Kabupaten Jember, terserang penyakit hawar daun pada musim tanam awal 2026.
Serangan penyakit ini terjadi di sejumlah wilayah persawahan dan berpotensi
menurunkan produktivitas panen petani.
Salah satu wilayah yang terdampak berada di
Desa Karang Semanding, Kecamatan Balung. Tanaman padi di area tersebut terlihat
menguning dan mengalami kerusakan pada bagian daun.
Petani padi Desa Karang Semanding, Kuseno,
mengatakan penyakit hawar daun pada tanaman padi dikenal sebagai bacterial leaf
blight (BLB). Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Xanthomonas oryzae pv.
oryzae (Xoo) yang mudah berkembang saat tanaman mengalami luka.
“Penyakit ini merupakan salah satu penyakit
utama pada tanaman padi di berbagai negara. Saat ini padi diserang hawar daun
akibat angin kencang yang menyebabkan daun terluka dan menguning. Luka tersebut
menjadi media masuknya bakteri Xanthomonas,” ujar Kuseno, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca ekstrem dalam
beberapa waktu terakhir, seperti angin kencang dan hujan, mempercepat
penyebaran penyakit tersebut. Jika tidak segera ditangani, hawar daun dapat
menyebabkan penurunan hasil panen secara signifikan.
Para petani kini berupaya melakukan penanganan
awal dengan pengelolaan lahan dan tanaman secara lebih intensif. Mereka juga
berharap adanya pendampingan dari dinas terkait untuk mencegah penyebaran
penyakit semakin meluas.
Sementara itu, petani diimbau untuk rutin
memantau kondisi tanaman padi dan segera melaporkan jika ditemukan gejala
serupa, guna mengurangi risiko kerugian pada musim panen mendatang.
