anjloknya harga jagung di tingkat petani, yang sempat berada di kisaran 5.600 hingga 5.800 rupiah perkilogram, menimbulkan keresahan di kalangan petani, khususnya di wilayah Kecamatan Puger dan sekitarnya di Kabupaten Jember.
harga jagung di tingkat petani anjlok di bawah ketentuan hpp yang telah ditetapkan Pemerintah. biaya tanam dan perawatan yang tinggi, membuat petani tertekan karena pendapatan yang diterima tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan.
menindaklanjuti kondisi tersebut, Bulog Cabang Jember langsung merespons cepat, dengan menerjunkan tim ke lapangan, untuk melakukan penyerapan hasil panen jagung milik petani di wilayah Jember Selatan.
jagung dari petani diserap Bulog dengan harga sesuai harga pembelian Pemerintah
atau hpp, sebesar 6.400 rupiah perkilogram, dengan ketentuan kadar air maksimal
14 persen.
sementara itu, kontak tani nelayan andalan atau Ktna Jember, mengapresiasi langkah cepat Pemerintah melalui Bulog, dalam menjaga stabilitas harga jagung di tingkat petani. ktna menilai, di tengah cuaca ekstrem dengan intensitas curah hujan tinggi, biaya produksi tanaman jagung mengalami peningkatan signifikan, mulai dari proses tanam hingga panen, bahkan petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk proses pengeringan.
dengan adanya penyerapan hasil panen jagung oleh Bulog, diharapkan harga jagung di tingkat petani kembali stabil, serta mampu melindungi pendapatan petani sesuai ketentuan Pemerintah.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
