suasana belajar di smkn 4 jember mendadak berubah menjadi kepanikan, saat simulasi bencana gempa bumi dimulai.
ratusan siswa dan siswi berhamburan keluar kelas, setelah merasakan guncangan gempa yang disimulasikan cukup kuat. para pelajar bergegas menuju area terbuka, yang telah ditetapkan sebagai titik kumpul aman, sambil melindungi kepala dari potensi reruntuhan bangunan.
dalam
simulasi ini, sejumlah siswa digambarkan menjadi korban luka akibat tertimpa
material bangunan sekolah.
tim medis pmi bersama anggota pmr langsung memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian. bahkan, beberapa korban dengan kondisi luka berat harus dievakuasi menggunakan mobil ambulans, untuk mendapatkan penanganan lanjutan di rumah sakit.
kepanikan ratusan siswa dan siswi tersebut, merupakan bagian dari simulasi penanganan bencana gempa bumi, yang digelar pmi kabupaten jember. simulasi ini merupakan bagian dari program school community resilience, hasil kerja sama pmi dengan palang merah jepang.
program ini bertujuan memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana, mulai dari mengenali potensi ancaman gempa bumi, cara melindungi diri, menjaga ketenangan, hingga prosedur evakuasi yang benar.
selain di smkn 4 jember, program school community resilience, juga digelar di sejumlah lembaga pendidikan lainnya di kabupaten jember.
pihak sekolah mengapresiasi langkah konkret pmi dalam upaya meningkatkan kesadaran siswa terhadap kedaruratan bencana.
simulasi ini sebagai upaya membangun budaya siaga bencana sejak dini di lingkungan sekolah.
LUTFI QURROHMAN, JTV.
