JOMBANG - Program Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 menyasar pembangunan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Desa Pojok Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang. Program ini melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membuka akses di wilayah terpencil, Selasa (3/11/2026).
Ketua RT Dusun Cepit, Desa Pojok Klitih, Taman, mengatakan kondisi jalan sebelum pembangunan masih berupa tanah yang becek dan sulit dilalui. Pemerintah desa sebelumnya telah membangun jalan makadam, tetapi sejumlah bagian paving di sisi jalan mengalami kerusakan.
"Awalnya jalan ini masih berupa tanah becek. Kemudian desa membangun jalan makadam dan memasang paving di sisi kanan dan kiri. Namun, sekarang paving tersebut sudah rusak," ujar Taman, Ketua RT Dusun Cepit, Desa Pojok Klitih.
Kondisi jalan yang sulit dilalui semakin menyulitkan aktivitas warga saat hujan. Anak-anak bahkan harus digendong ketika melewati jalan tersebut. Warga juga kesulitan menggunakan sepeda karena kondisi jalan yang tidak memungkinkan untuk dilalui dengan mudah.
"Kalau hujan, warga sangat kesulitan melintas. Anak-anak harus digendong saat melewati jalan. Sepeda pun terkadang harus dituntun karena sulit dikendarai di jalan yang kondisinya becek," kata Taman.
Dalam program TMMD ke-130 Tahun Anggaran 2026, pembangunan jalan rabat beton menjadi salah satu sasaran utama. Jalan sepanjang 1.338,5 meter dengan lebar tiga meter telah mencapai progres 86,39 persen atau sekitar 1.156 meter selesai dikerjakan. Selain itu, renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH) mencapai 30,43 persen, pembangunan enam unit mandi, cuci, kakus (MCK) mencapai 28,33 persen, serta pembuatan sumur bor di lima titik mencapai 79 persen.
Komandan Kodim 0814 Jombang Letkol Kaveleri Dicky Prasojo mengatakan program TMMD tersebut berasal dari usulan masyarakat melalui pemerintah desa. Usulan kemudian diajukan dan dikoordinasikan sebelum ditetapkan sebagai sasaran program.
"Program ini berawal dari pengajuan desa melalui jalur yang sudah ditentukan. Usulan tersebut berasal dari bawah, kemudian dikoordinasikan dan dipilih untuk menjadi sasaran program TMMD," ujar Letkol Kaveleri Dicky Prasojo, Komandan Kodim 0814 Jombang.
Pelaksanaan TMMD ke-130 melibatkan 225 personel gabungan, terdiri atas 107 personel TNI Angkatan Darat, 16 personel TNI Angkatan Laut, 15 personel TNI Angkatan Udara, enam personel Polri, enam personel Pemerintah Kabupaten Jombang, serta 75 orang dari unsur masyarakat. Seluruh sasaran program ditargetkan rampung pada 11 November 2026.
Editor : Iwan Iwe
