Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Hujan Deras Picu Longsor di Lima Kecamatan Trenggalek

Selasa, 03 November 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T09:55:06Z

 

TRENGGALEK - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memicu empat titik tanah longsor dan tiga kejadian pohon tumbang di lima kecamatan. Bencana yang terjadi pada Senin (2/11/2026) tersebut juga merusak sejumlah bangunan dan infrastruktur. Bahkan, sekitar sembilan rumah warga di Kecamatan Panggul terancam longsor susulan.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, lima kecamatan yang terdampak meliputi Panggul, Dongko, Kampak, Munjungan, dan Durenan.

Di Kecamatan Panggul, longsor terjadi di wilayah Desa Nglebeng, tepatnya Dusun Joketro. Tebing di dekat permukiman warga mengalami longsor sehingga mengancam sekitar sembilan rumah. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan segera untuk mengantisipasi longsor susulan.

Longsor juga merusak talud penahan jalan berupa bronjong dengan tinggi sekitar 10 meter dan panjang 12 meter.

Sementara di Kecamatan Dongko, longsor menyebabkan plengsengan dan pagar SDN 2 Pandean, Desa Pandean, ambrol. Kerusakan mencapai panjang sekitar 10 meter dengan ketinggian tiga meter. Material longsor juga merambat hingga bagian tembok penahan tanah (TPT) di lingkungan sekolah.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berlangsung dengan pengaturan jadwal secara bergantian menyesuaikan kondisi lingkungan sekolah.

Di Kecamatan Kampak, longsor merusak tembok dapur rumah milik warga Desa Ngadimulyo. Sedangkan di Kecamatan Munjungan, tiang penyangga Jembatan Nayu di Desa Karangturi dilaporkan roboh.

Selain longsor, BPBD mencatat tiga kejadian pohon tumbang di jalur Panggul-Dongko, Durenan-Trenggalek, serta jalan menuju kawasan Agro di Kecamatan Kampak.

Satu diantaranya terjadi di Jalan Raya Durenan-Trenggalek, tepatnya Desa Kendalrejo, sekitar pukul 06.50 WIB. Pohon trembesi dengan diameter sekitar 110 sentimeter dan panjang 15 meter tumbang hingga menimpa seorang pengendara sepeda motor. Korban bernama Puput Setyaningtiyas (23), warga Tulungagung, mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di Puskesmas Durenan. Proses evakuasi pohon selesai sekitar pukul 08.40 WIB dan arus lalu lintas kembali normal.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa kemiringan tanah dan hujan yang turun terus-menerus menjadi salah satu faktor pemicu tanah longsor.

Air hujan yang menggerus permukaan tanah menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan bergerak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko longsor, terutama di kawasan perbukitan dan sekitar permukiman.

Dalam penanganan bencana, BPBD melibatkan unsur TNI, Polri, PLN, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta masyarakat setempat.

BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama ketika hujan dengan intensitas tinggi berlangsung. Warga yang tinggal di sekitar tebing dan lereng juga diminta memperhatikan kondisi tanah serta segera melapor apabila muncul retakan atau tanda-tanda pergerakan tanah. (Mochammad Herlambang)

Editor : A. Ramadhan

×
Berita Terbaru Update