Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

BPBD Jatim Siaga Antisipasi Banjir Dan Longsor, Waspadai Hujan Lebat Hingga 9 November

Selasa, 03 November 2026 | November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T09:50:32Z

 

SIDOARJO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan melanda sejumlah wilayah hingga 9 November 2026. Ancaman hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berpotensi memicu banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor, terutama di kawasan pegunungan dan daerah rawan bencana.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, relawan, serta Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

Menurut Gatot, berdasarkan peringatan BMKG Juanda, potensi hujan sedang hingga lebat diprakirakan terjadi pada 2-9 November 2026. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terutama berada di bagian selatan dan tengah Jawa Timur, seperti Banyuwangi, Jember, Lumajang, Trenggalek, Pasuruan, Probolinggo, Blitar, Malang, Tulungagung, hingga Kota Batu.

Kawasan pegunungan, termasuk Gunung Semeru, Arjuno, dan Bromo, juga menjadi perhatian karena memiliki potensi banjir bandang dan tanah longsor. BPBD mengantisipasi ancaman tersebut melalui koordinasi lintas instansi, normalisasi sungai, serta pembersihan material yang berpotensi menghambat aliran air.

Kewaspadaan ini menyusul sejumlah bencana yang terjadi di Jawa Timur dalam beberapa hari terakhir. Di Kabupaten Lumajang, tanah longsor di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10/2026) mengakibatkan dua warga meninggal dunia setelah rumah mereka tertimbun material longsor.

Sementara itu, banjir lahar hujan Gunung Semeru pada Senin (2/11/2026) juga berdampak pada sejumlah wilayah di Lumajang. BPBD Kabupaten Lumajang melaporkan tiga rumah mengalami kerusakan pada bagian teras, sementara sekitar 500 warga terdampak genangan di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto. Akses jalan Purorejo-Tamansari Bawah sepanjang sekitar 100 meter juga dilaporkan terputus.

Gatot menambahkan, BPBD Jatim mengimbau warga dan pekerja tambang pasir untuk menjauhi aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru. Hal ini untuk menghindari risiko terseret banjir lahar yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Selain itu, BPBD memastikan peralatan early warning system (EWS) di sejumlah pantai dan sungai dalam kondisi siaga. Masyarakat di wilayah rawan bencana juga diminta terus memantau perkembangan cuaca dan segera menjauh dari aliran sungai maupun lereng yang berpotensi longsor ketika hujan deras terjadi.

BPBD Jatim menyatakan penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak telah dilakukan. Upaya pemantauan dan kesiapsiagaan tetap dilanjutkan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan.

Editor : A. Ramadhan

×
Berita Terbaru Update