SURABAYA - Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 17,11 gram yang disembunyikan di dalam paket makanan pada Selasa (6/10/2026).
"Petugas mencurigai bentuk dan tekstur potongan ayam yang dibawa AM. Setelah dibongkar, ditemukan empat klip plastik yang diduga berisi sabu," ujar Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Surabaya, Anak Agung Gde Joni.
Peristiwa ini bermula ketika seorang wanita lanjut usia berinisial AM (62) asal Surabaya datang ke lapas untuk menjenguk seorang narapidana kasus narkotika berinisial BSN (21). Berdasarkan prosedur operasional standar, petugas yang memeriksa barang bawaan pengunjung menaruh curiga pada potongan ayam goreng krispi yang dibawa oleh AM sebelum akhirnya membongkar paket tersebut.
"Saat kami timbang, total berat sabu yang ditemukan mencapai 17,11 gram," ucap Joni merinci hasil penimbangan empat klip plastik sabu yang disembunyikan di dalam daging ayam.
Baca Juga : Pejabat Banyuwangi Jalani Tes Urine dan Tandatangani Pakta Integritas Bebas Narkoba
Dari hasil pemeriksaan awal, narapidana BSN mengaku bahwa paket makanan tersebut sebenarnya ditujukan untuk narapidana lain berinisial MAB (28). Penelusuran lebih lanjut kemudian mengungkap keterlibatan narapidana berinisial DD (28) yang diduga kuat menjadi otak sekaligus pengatur komunikasi dan pengadaan barang haram tersebut dari dalam lapas.
"Hasil pemeriksaan MAB, ternyata ada narapidana lain berinisial DD, yang diduga mengatur komunikasi dan pengadaan sabu dari dalam lapas," imbuhnya.
Atas temuan ini, pihak lapas langsung menyerahkan nenek AM beserta tiga narapidana yang terlibat (BSN, MAB, dan DD) beserta seluruh barang buktinya kepada Polresta Sidoarjo untuk proses hukum lebih lanjut.
Baca Juga : 3 Anggota DPRD Jatim dari Gerindra Diamankan Polisi Terkait Kasus Narkoba
"Barang bukti dan warga binaan yang diduga terlibat akan kami serahkan kepada Polresta Sidoarjo untuk proses lebih lanjut," pungkas Joni. (Tengku Abdillah Ayyub)
Editor : Iwan Iwe
