Tujuh kecamatan yang terdampak meliputi Pakusari, Kalisat, Silo, Bangsalsari, Jelbuk, Sumbersari, serta wilayah Kaliwining.
Di Desa Panduman,
Kecamatan Jelbuk, lebih dari seratus kepala keluarga terdampak kekeringan.
Sementara di Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, sekitar lima puluh
kepala keluarga mengalami krisis air.
Kondisi serupa terjadi
di Desa Kaliwining. Debit sumur warga menurun dengan kondisi air yang berwarna
kekuningan dan berbau.
Untuk memenuhi kebutuhan
warga, pasokan air bersih didistribusikan secara berkala, baik oleh PMI maupun
BPBD Jember.
Musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga Agustus dan berpotensi
berlanjut sampai September. Pemerintah daerah terus menyiagakan armada tangki
dan tandon air untuk mengantisipasi meluasnya dampak kekeringan.
Lutfi Qurrohman, JTV.