Probolinggo _ Penanganan karhutla di kawasan Gunung Bromo resmi
dinyatakan selesai setelah seluruh titik api berhasil dipadamkan.
Komandan Resort Militer
(Danrem) 083/Baladhika Jaya sekaligus Komandan Sektor (Dansektor) Satuan Tugas
(Satgas) Karhutla Bromo,/ Kolonel Infanteri Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan bahwa penutupan posko dilakukan setelah hasil evaluasi menunjukkan
tidak lagi ditemukan titik api.
Berdasarkan data hingga 17
Agustus 2026, luas wilayah yang terdampak karhutla mencapai 1.121,66
hektare.
Keberhasilan pemadaman ini
merupakan hasil kerja sama lintas sektor/ yang melibatkan Pemerintah Provinsi
Jawa Timur, empat pemerintah kabupaten, Balai Besar Taman Nasional Bromo
Tengger Semeru (BB-TNBTS), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika
(BMKG), TNI Angkatan Udara, instansi terkait, hingga para relawan.
Seiring dengan
berakhirnya penanganan karhutla, kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka
untuk wisatawan. Mulai 20 Agustus 2026, akses wisata Bromo dibuka kembali
melalui empat pintu masuk/ dengan tetap menerapkan pengawasan dan antisipasi
terhadap potensi kebakaran.
Penanganan karhutla Bromo
kini telah berakhir, namun kewaspadaan terhadap potensi kebakaran pada musim
kemarau tetap menjadi perhatian petugas dan pengelola kawasan.
FARID FAHLEVI / JTV